Tips Persiapan Wukuf

Tips Persiapan Wukuf

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Wukuf di Padang Arofah pada tanggal 9 Zulhizah adalah rukun haji yang kalau ditinggalkan maka Hajinya tidak sah. Pada waktu Wukuf sejak tergelincirnya matahari/ dhuhur sampai terbenamnya matahari, yang merupakan puncak ibadah Haji, seluruh jamaah tanpa terkecuali dari seluruh dunia berkumpul, jamaah yang sakit dan tidak memungkinkan untuk berjalan atau naik bus ke Arofah, akan dibawa dengan ambulance oleh petugas kesehatan untuk sejenak wukuf di Arofah, karena jamaah haji yang tidak melaksanakan wukuf di Arofah pada tanggal 9 Dzulhijah, hajinya tidak syah.

umroh afi prima -  Tips istirahat di tenda wukuf arafah -umroh dan haji info
umroh afi prima – Tips istirahat di tenda wukuf arafah -umroh dan haji info

Rangkaian ibadah wukuf di Arofah sampai melempar jumroh di jamarat Mina dan thawaf Ifadhah di baitullah Masjidil Harom, merupakan rangkaian ibadah paling berat bagi jamaah haji dan membutuhkan kesiapan mental rohani dan jasmani. Jamaah haji dari Indonesia umumnya akan diberangkatkan dari Mekkah ke padang Arofah tanggal 8 Dzulhijah, yaitu sehari sebelum waktu wukuf. Hal ini selain untuk menyesuaikan diri bagi jamaah haji dengan kondisi suhu cuaca di Arofah, juga untuk menghindari kemacetan di jalan, karena seluruh jamaah haji dari seluruh dunia bergerak menuju Arofah baik berjalan kaki maupun menaiki kendaraan.

Agar jamaah haji dapat melaksanakan seluruh rangkaian rukun haji mulai wukuf di Arofah sampai selesai, Mabit di Muzdalifah, Mabit di Mina, Melontar jumroh di jamarot, thawaf ifadhah di masjidil harom dan tahallul dengan sempurna sesuai syariat, lancar tanpa hambatan yang berarti, dan aman ketika puncak ibadah haji, berikut beberapa Tips Persiapan Wukuf Jumroh dan Ifadhah , yang insya’Allah bermanfaat bagi jamaah haji :

  • Tanggal 7 Dzulhijah sehari sebelum jamaah mulai diberangkatkan ke padang Arofah, lakukan persiapan dengan kembali meluruskan niat beribadah semata mata lillahi ta’ala dan persiapkan pula bekal yang perlu dibawa untuk keperluan selama 4 atau 5 hari pelaksanaan ibadah di Arofah dan di Mina
  • Beberapa hari sebelum waktu wukuf, kurangi kegiatan, perbanyak istirahat, jaga kesehatan, karena jamaah akan melaksanakan rangkaian ibadah yang paling membutuhkan keadaan rohani dan jasmani prima. Jamaah haji sebaiknya melakukan persiapan persiapan untuk wukuf sebagai persiapan puncak ibadah haji
  • Masukkan sedikit bekal yang akan dibawa ke dalam tas tenteng (lebih nyaman kalau ada tas rangsel/ tas punggung), bawalah satu atau dua stel pakaian yang juga bisa dipakai untuk sholat, peralatan sholat, buku buku dzikir dan do’a, lampu senter, Kabel listrik panjang yang berisi beberapa colokan stop kontak, pakaian untuk tidur, selimut tipis, bantal kecil (bisa juga dengan berbantal tas tenteng), tikar plastik yang bisa dilipat (kalau lupa membawa dari tanah air, bisa mmbeli di Mekkah), peralatan mandi (sabun hijau yang tanpa parfum, handuk kecil, sikat gigi, odol, siwak untuk pengganti odol selama berihram, gayung kecil juga perlu dibawa, obat obatan yang biasanya cocok, balsem, peralatan kerokan bagi yang biasa kerokan, sajadah, telepon genggam, dan roti atau makanan instan lainnya secukupnya dan botol kecil berisi air zam zam untuk mengantisipasi jika konsumsi dari pihak penyelenggara datangnya terlambat.

    Umumnya jatah konsumsi yang diberikan di Arofah oleh pihak penyelenggara hanya pada malam hari tanggal 8 Dzulhijah (pagi dan siang tidak ada) dan pagi serta siang pada tanggal 9 Dzulhijah (malam tidak ada), kemudian di Mina tanggal 10 sampai 12 Dzulhijah tiga kali (pagi, siang dan malam), bagi yang berniat nafar tsani tanggal 13 Dzulhijah mendapat jatah konsumsi pada pagi dan siang . Jangan membawa bekal berlebihan, bawalah bekal seringan mungkin.

  • Rapikan kamar dan kemas seluruh barang terutama barang berharga, masukkan ke dalam koper yang dikunci dan digembok, lebih baik lagi jika diikat kuat dengan tali tampar plastik kecil untuk menghindari pencurian selama jamaah berada di Arofah dan Mina, sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah rukun dan wajib haji tanpa rasa khawatir kehilangan barang barang yang ditinggalkan di hotel maktab. Untuk menghindari kebakaran, jangan lupa ketika akan keluar kamar, matikan AC, lampu, seterika, pemanas air, magic jar dan semua peralatan istrik lainnya.
  • Siapkan di tempat yang mudah dijangkau, pakaian ihram suci untuk dipakai ketika berangkat dari hotel maktab menuju padang Arofah. Pada tanggal 8 dzulhijah jamaah akan mulai diberangkatkan ke Arofah. Beberapa KBIH tertentu ada yang berangkat tanggal 7 Dzulhijah malam hari ke Mina terlebih dahulu (tarwiyah) sampai pada hari menjelang wukuf, baru kemudian bergeser ke Arofah. Jamaah haji harus memakai ihram dan berniat untuk melaksanakan haji lillahi ta’ala ketika berangkat dari hotel maktab, seluruh larangan ketika berihram tidak boleh dilanggar
  • Ketika berangkat, selain tas tenteng jangan lupa juga membawa tas cangklong sebagai tempat identitas jamaah (photo copy passport, kartu maktab dari hotel), bawalah sedikit bekal uang dalam pecahan kecil, gelang identitas harus tetap dipakai selama berada di Arab Saudi. Jangan lupa mengunci pintu dan jendela kamar dan membawa kuncinya, simpan kuncinya di dalam tas
  • Pada tanggal 8 Dzulhijah jamaah haji sudah disiapkan bus untuk mengangkut jamaah ke Arofah. Karena pada saat itu seluruh jamaah dari seluruh dunia bersamaan mulai bergerak ke Arofah, biasanya bus yang disediakan sedikit kurang dari kebutuhan, sehingga kadang jamaah tidak mendapatkan tempat duduk dan terpaksa harus berdiri di dalam bus. Jamaah harus bersabar dan mendahulukan jamaah perempuan dan jamaah usia lanjut terlebih dahulu, jangan berebut, jangan berkata kotor, jangan berbantah bantahan, jangan bertengkar
  • Kalau tidak benar benar memahami ilmu manasik haji, tidak benar benar memahami dan hafal lokasi tempat pelaksanaan puncak ibadah haji, tidak benar benar memahami dan hafal jalan jalan antara Mekkah – masjidil Harom – Arofah – Muzdalifah – Mina dan tempat melontar jumroh, jangan sekali kali melakukan tanazul berpisah dari rombongan kloter.
  • Bacalah talbiyah “Labbaik Allahumma Labbaik Labbaika laa syariika laka labbaik innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika laka” selama perjalanan dan ketika di Arofah, perbanyaklah membaca dzikir dan do’a
  • Ketika sampai di Arafah, tetaplah dalam rombongan, jangan sampai terpisah. Ketika tidur lebih baik jamaah haji laki laki terpisah dengan jamaah haji perempuan, meskipun berada dalam satu tenda yang sama. Tempatkan tas dan barang bawaan ditempat yang dipilih untuk istirahat, lebih baik tas tenteng selalu dikunci.
  • Jangan berganti dengan pakaian biasa, tetaplah berpakaian ihram sampai selesai bertahallul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.