Tips Ketika Mabit di Muzdalifah

Tips Ketika Mabit di Muzdalifah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Jamaah haji wajib melaksanakan mabit di Muzdalifah pada tanggal 9 Dzulhijah malam (malam menjelang hari raya idul adha), kemudian melontar jumroh Aqobah pada tanggal 10 Dzulhijah di jamarot, melontar jumroh dan mabit di Mina pada tanggal 10 sampai 12 Dzulhijah bagi yang nafar awal, dan ditambah dengan tanggal 13 bagi yang nafar tsani.

Jamaah haji setelah selesai wukuf di Arafah, jamaah diberangkatkan dengan bus untuk Mabit di Muzdalifah. Transportasi dari Arafah ke Mina melewati Muzdalifah menggunakan sistem taraduddi. Karena kendaraan yang disediakan oleh penyelenggara muasyasah jumlahnya terbatas, berangkatnya bisa tidak bersamaan walaupun satu kloter, sehingga jamaah haji perlu antri menunggu bus yang disediakan.

Transportasi antara arafah sampai Mina pada menjelang wukuf sampai akhir hari tasriq menggunakan sistem taraduddi, khususnya jalan jalur khusus bagi jamaah haji asia tenggara. Kendaraan yang boleh melewati jalur jalan tersebut hanyalah kendaraan kendaraan khusus yang telah memiliki ijin dari pemerintah Arab Saudi untuk mengantarkan jamaah haji dari Arafah ke Mina melalui Muzdalifah. Kendaraan tersebut hanya berjalan mengikuti satu jalur melingkar yang menhubungkan Arafah – Muzdalifah – Mina. Sepanjang perjalananan lancar dan sudah tidak ditemui kemacetan karena jumlah kendaraan yang mendapat ijin sangat terbatas.

umroh afi prima -Tips ketika mabit di muzdalifah  - umroh dan haji info
umroh afi prima -Tips ketika mabit di muzdalifah – umroh dan haji info
umroh afi prima -  tips kerikil kecil untuk jumroh - umroh dan haji-info
umroh afi prima – tips kerikil kecil untuk jumroh – umroh dan haji-info

Ketika tiba di Muzdalifah, jamaah haji akan diturunkan di tempat padang terbuka dan masuk ke dalam lokasi yang diberi pagar, sesuai dengan nomer lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. Satu lokasi berisi jamaah haji dari beberapa kloter.

Di setiap lokasi yang berada di Muzdalifah hanya disediakan kamar mandi yang jumlahnya sangat sedikit dan tidak sebanding dengan jumlah jamaah haji yang ada di lokasi tersebut. Selain kamar mandi yang sangat terbatas, tidak ada fasilitas apapun di lokasi tersebut (dapat dikatakan bahwa mabit di Muzdalifah adalah mabit paling berat bagi jamaah haji meskipun berangkat dengan fasilitas jamaah haji plus).

Jamaah haji mabit di Muzdlaifah mulai dari diturunkan dari bus sampai bus penjemput datang, sekitar 3 sampai 6 jam. Beberapa jamaah yang sudah hafal jalan dari Muzdalifah ke Tenda maktab di Mina, ada yang memilih berjalan kaki, namun sebaiknya jamaah menunggu bus penjemput agar tidak tersesat di Mina, karena bentuk dan warna tenda di Mina semuanya relatip sama, dan dapat membingungkan bagi yang jamaah. Agar Jamaah haji dapat melaksanakan seluruh ibadah mabit di Muzdalifah, berikut beberapa Tips Ketika Mabit di Muzdalifah yang insya’Allah bermanfaat :

  • Sebelum berangkat menuju Muzdalifah, bawalah sedikit bekal makanan dan minuman air zam zam dan camilan. Di tempat mabit Muzdalifah biasanya tidak ada jatah pembagian konsumsi dari penyelenggara muasasah
  • Jangan terpisah dari rombongan jamaah haji yang berangkat satu bis dari Arafah, agar jamaah tidak terpisah dan tertinggal karena bis penjemput yang akan mengantarkan jamaah dari Muzdalifah menuju Tenda Mina adalah bis yang khusus disediakan untuk jamaah haji dari maktab tertentu. Jika salah bis yang dinaiki, bisa jadi jamaah haji ketika di Mina diturunkan ke tenda maktab lain karena salah menaiki bis.
  • Gunakan tikar plastik kecil untuk istirahat dan tas tenteng bisa digunakan untuk bantal, karena waktu menunggu bis penjemput cukup lama, bahkan kadang sampai setelah subuh bis penjemput baru datang.
  • Meskipun udara sekitar lokasi mabit di Muzdalifah sangat dingin dengan angin yang berhembus bebas dilahan terbuka, jamaah haji laki laki tidak boleh memakai selimut, tidak boleh memakai tutup kepala/topi/sorban, dan tidak boleh memakai jaket atau baju lain selain ihram yang dipakai, sedang jamaah haji perempuan boleh memakainya.
  • Jangan meninggalkan rombongan, jika akan ke kamar mandi mintalah ijin kepada beberapa jamaah lain dan jangan sendirian, agar jika bis penjemput datang ketika masih di kamar mandi, tidak ditinggal dan jamaah lain bisa minta kepada sopir bis untuk menunggu.
  • Jamaah bisa menggunakan waktu mabit di Muzdalifah untuk mencari dan mengumpulkan kerikil kecil seujung jari utuk melontar jumroh setidaknya sebanyak 49 kerikil dan menyimpan semua kerikil tersebut dalam kantong kecil. 7 kerikil untuk melontar jumroh aqobah tanggal 10 Dzulhijah. 21 kerikil untuk melontar jumroh ula, wustha dan aqobah masing masing 7 kerikil pada tanggal 11 Dzulhijah, 21 kerikil untuk melontar jumroh tanggal 12 Dzulhijah.
  • Gunakan waktu untuk istirahat, tidurlah bergantian dengan jamaah haji lain yang satu rombongan, karena saat itu tidak ada yang tahu kapan bis penjemput akan datang.
  • Selain istirahat, gunakan waktu untuk berdzikir “Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaaha Illallah Wallahu Akbar” sebagaimana Allah SWT berfiman dalam al Qur’an

    فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ

    “Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril haram (Muzdalifah)” (QS. Al Baqarah: 198).

  • Ketika bis penjemput datang, naik bis dengan tertib, jangan berebut, jangan bertengkar, jangan marah, jangan berkata kotor, jangan berbantah bantahan. Dahulukan jamaah perempuan dan jamaah yang usianya lanjut terlebih dahulu.
  • Sebelum naik ke dalam bis, periksalah kembali barang bawaan, jangan sampai ada yang tertinggal.
  • Jangan lupa berdo’a ketika mabit di Muzdalifah pada malam hari raya idul adha, setidaknya mohonlah kepada Allah SWT keselamatan di dunia dan keselamatan di akherat.

3 thoughts on “Tips Ketika Mabit di Muzdalifah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.