Tips Ketika di Madinah

Tips Ketika di Madinah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Jamaah haji gelombang pertama dan jamaah umroh setelah sampai di Arab Saudi, menuju kota Madinah terlebih dahulu sebelum ke Mekkah. Jamaah haji akan menginap di Madinah selama 8 sampai 9 hari untuk diberi kesempatan melaksanakan ibadah sholat arbain, yaitu sholat fardu 40 waktu berjamaah di Masjid Nabawi secara berurutan. Sedang jamaah umroh akan menginap di Madinah selama beberapa hari sesuai dengan paket umrohnya.

umroh afi prima -Tips ketika di madinah  - umroh dan haji info
umroh afi prima -Tips ketika di madinah – umroh dan haji info
umroh afi prima - Tips ketika di madinah - umroh dan haji info
umroh afi prima – Tips ketika di madinah – umroh dan haji info

Selain melaksanakan ibadah sholat fardu berjamaah di Masjid nabawi, Jamaah umroh dan haji selama tinggal di Madinah biasanya juga diberi kesempatan mengikuti ziarah gratis ke tempat tempat ziarah seperti Makam Baqi’, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Quba dan kebun kurma, kadang juga ke Jabal Magnet. Terakhir ke Masjid Dzulhulaifah Abyar Ali sebagai miqat makani dan mulai ber ihram ketika akan berangkat menuju kota Mekkah Al Munawaroh. Perjalanan Ibadah umroh memerlukan persiapan mempelajari dan memahami seluruh rangkaian perjalanannya, berikut beberapa Tips Ketika di Madinah :

  • Perjalanan dari bandara King Abdul Aziz Jeddah ke Madinah sekitar 6 sampai 7 jam dan satu kali istirahat di rest area tengah perjalanan dengan bus yang telah disediakan penyelenggara. Sebelum menaiki bus, kalau perut lapar, makanlah secukupnya, kalau ingin buang air jangan ditahan. Dibandara King Abdul Azis tersedia banyak Kamar Mandi Toilet. Sholatlah di bandara atau di rest area jika sudah masuk waktunya sholat, bisa juga dilakukan secara jamak, kecuali sholat subuh.
  • Saat memasuki kota Madinah, perbanyaklah membaca sholawat, bisa dengan membaca berkali kali sholawat yang pendek “bismillahi washolatu wasssalamu ala rasulillah” seperti yang tertulis di atas pintu masuk Raudhah/ Makam Nabi Masjid Nabawi, atau bacaan “Allahumma shalli ‘alaa Muhammad
  • Luruskan kembali niat ibadah semata mata lillahi ta’ala, tetap tawakkal, sabar dan ikhlas merupakan kunci utama diterimanya ibadah untuk menjadi haji yang mabbrur.
  • Saat sampai di hotel tempat menginap yang biasanya disebut Maktab, jamaah umroh dan haji akan menerima kunci kamar. Setiap kamar biasanya untuk 4 sampai 6 jamaah haji reguler, sedang untuk jamaah umroh dan haji plus, setiap kamar berisi 2 sampai 4 jamaah tergantung pada paket umrohnya. Jamaah umroh dan haji harus sabar selama proses pembagian kunci kamar dan waktu untuk mencari tas koper bawaan yang diturunkan oleh porter kadang 1 sampai 2 jam.
  • Jagalah kerukunan dan keakraban dengan sesama jamaah terutama dengan jamaah satu kamar, satu regu, satu rombongan maupun dengan jamaah satu kloter. Saling tolong menolong antara sesama jamaah, akan sangat membantu kelancaran dan kekhusyu’an dalam beribadah.
  • Berilah pertolongan kepada setiap orang yang membutuhkan, karena sesungguhnya Allah SWT akan menolong orang yang suka menolong. Jika ada jamaah yang sakit, antarkan ke dokter kloter. Jangan sekali kali punya pikiran bahwa jamaah yang sakit di tanah suci berarti ibadahnya tidak diterima. Bukankah Nabi Ayyub Alaihi Salam yang seluruh ibadahnya diterima karena ketaqwaan dan kesabarannya, mengalami sakit sampai bertahun tahun. Diterima tidaknya suatu ibadah bukan dilihat dari sakit tidaknya.
  • Untuk menghindari kebakaran, jangan merokok di dalam kamar, kalau rindu masakan sendiri, masaklah dengan kompor listrik kecil yang banyak dijual beberapa toko di Madinah. Beberapa hotel ada juga yang menyediakan dapur lengkap yang bisa digunakan bersama sama dengan jamaah lain. Jamaah umroh dan haji sebenarnya sudah mendapat konsumsi makan 3 kali setiap hari dari penyelenggara
  • Setiap menjelang waktu sholat, datanglah ke Masjid Nabawi setidaknya 1 jam sebelum adzan, agar bisa mendapatkan tempat yang nyaman untuk sholat di dalam masjid Nabawi. Perbanyaklah membaca sholawat dalam perjalanan menuju Masjid Nabawi, dan gunakan waktu untuk membaca Al Qur’an, dzikir dan do’a ketika berada di dalam masjid.
  • Jamaah yang akan melaksanakan sholat jum’at, sebaiknya datang ke Masjid Nabawi setidaknya 2 jam sebelum adzan, karena pada saat sholat jum’at Masjid Nabawi tidak hanya didatangi oleh jamaah umroh dan haji, penduduk lokal juga banyak yang melaksanakan sholat jum’at disana sehingga Masjid Nabawi akan penuh, kadang sampai meluber keluar halaman. Jamaah laki laki bisa menempati lantai atap masjid, jika lantai bawah sudah penuh.
  • Jika jarak hotel ke masjid tidak sangat dekat, sebaiknya setelah mengerjakan sholat asar, tidak kembali ke hotel sampai selesai sholat isya’. Jamaah bisa memanfaatkan waktu untuk memperbanyak membaca membaca Al Qur’an, dzikir dan do’a, ke Makam Rasulullah dan ke Raudhah, bisa juga untuk ke perpustakaan Nabawi yang ada di dalam masjid Nabawi, atau sekedar melihat keindahan masjid Nabawi dari berbagai sudut halaman masjid dan belanja di sekitar masjid.
  • Jamaah umroh dan haji laki laki dan perempuan di Masjid Nabawi tempatnya terpisah. Agar ketika selesai sholat tidak bingung saling mencari, tentukan tempat berkumpul setelah selesai sholat. Tempat yang paling mudah diingat, adalah pintu pagar saat memasuki halaman masjid yang masing masing pintu memiliki nomer pintu. Jamaah umroh dan haji dapat menyepakati dan mengingat pintu nomer tertentu sebagai tempat berkumpul setelah selesai sholat. Gunakan telepon genggam untuk berkomunikasi dan bersabar, apabila saat berkumpul ada jamaah yang belum datang.
  • Bawa tas kresek suci untuk tempat alas kaki ketika memasuki masjid. Sebaiknya ditaruh ditempat sandal yang banyak disediakan dekat tempat sholat, jangan ditaruh di lantai depan pintu karena sering tersepak dengan tidak sengaja oleh jamaah lain atau disapu dan dimasukkan tempat sampah oleh petugas kebersihan yang rutin terus menerus membersihkan masjid Nabawi.
  • Ikuti seluruh rangkaian ziarah yang dilaksanakan oleh penyelenggara yang biasanya disertai oleh pemandu ziarah, agar kita bisa mempelajari dan memahami sejarah tempat ziarah yang dikunjungi. Selama ziarah jangan berpisah dengan rombongan, agar tidak tersesat atau tertinggal, bawa payung kecil dan kacamata hitam. Jangan melakukan ziarah sendiri, kecuali ditemani oleh jamaah lain yang diyakini sudah berpengalaman dan hafal jalan jalan di Madinah.
  • Ketika hendak pergi ke suatu tempat tertentu, seperti ke pasar kurma, atau ke tempat lain, jangan jalan sendirian, sebaiknya dilakukan bersama rombongan dengan beberapa jamaah. Jangan naik kendaraan kecuali kendaraan yang disediakan oleh penyelengara, atau bersama dengan jamaah lain yang diyakini sudah berpengalaman dan hafal jalan jalan di Madinah
  • Simpan barang berharga di dalam koper yang dikunci dan digembok. Uang sebaiknya disimpan di tempat yang terpisah dan tersembunyi, sebagian dalam koper, dalam tas tenteng yang dikunci dan digembok, sebagian kecil dalam tas cangklong, agar supaya kalau terjadi kehilangan tidak menimbulkan fitnah dan tidak hilang semuanya.
  • Agar tidak hilang, dokumen perjalanan pasport dan visa yang asli disimpankan oleh muasasyah melalui penyelenggara atau ketua kloter masing masing. Satu set photo copynya sebaiknya ditaruh di dalam koper, dan satu set dimasukkan ke dalam tas cangklong kecil yang bisa dibawa terus sebagai bukti identitas diri selain gelang identitas bagi jamaah haji.
  • Sehari sebelum meninggalkan kota Madinah, baik yang akan melanjutkan ibadah ke Mekkah atau kembali ke tanah air, Koper sudah harus disiapkan untuk dibawa, lebih baik jika koper diikat dengan tali plastik kecil, karena porter ketika mengangkat koper ke atas bus atau menurunkan dari bus, seringkali dihempaskan begitu saja, kadang koper jamaah sampai pecah atau robek.
  • Bagi yang akan melanjutkan ke Mekkah, pakaian ihram disiapkan untuk dipakai, masukkan ke dalam tas tenteng sedikit barang beberapa keperluan dalam perjalanan, agar tidak terlalu berat menentengnya. Sedang bagi jamaah yang akan kembali ke tanah air, pakaian ihram bisa dimasukkan ke dalam koper.
  • Selalu jaga kesehatan, jangan makan makanan pantangan yang akan berpengaruh tidak baik bagi kesehatan, minum air zam zam sekurangnya 6 gelas sehari, dan gunakan waktu luang untuk istirahat yang cukup. Di dalam masjid Nabawi tersedia banya air zam zam
  • Jangan merusak ibadah dengan berkata kotor, berbantah bantahan atau bertengkar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.