Tips Hari Pertama di Mekkah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Mekkah merupakan kota tujuan utama bagi jamaah umroh dan haji dengan kondisi cuaca dan berbagai budaya bangsa dari seluruh penjuru dunia yang berbeda. Secara umum penduduk lokal di Mekkah relatip tidak sehalus penduduk di Madinah. Jamaah umroh dan haji perlu menyesuaikan diri dengan keadaan yang tentunya tidak sama dengan kampung halamnnya.

umroh afi prima -Tips hari pertama di mekkah  - umroh dan haji info (2)

umroh afi prima -Tips hari pertama di mekkah – umroh dan haji info (2)


Bentuk baitullah yang berbeda panjang tiap sisinya, haruslah dipahami sebagai filosofi bahwa ummat Islam yang berbeda budaya, bangsa, negara, bahasa, mazhab, pada hakekatnya adalah satu tujuan untuk ke Batullah Kakbah dalam rangka melaksanakan ibadah yang telah diwajibkan oleh Allah SWT, sehingga dapat tercapai ukhuwah islamiyah, saling menghormati, saling menghargai dan saling tolong menolong antara sesama muslim yang beriman, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [QS Al Hujuraat-ayat 10]

Untuk kelancaran dalam menjalankan ibadah selama di kota Mekkah, berikut beberapa Tips Hari Pertama di Mekkah, yang insya’Allah bermanfaat bagi jamaah umroh dan haji (BACA JUGA TIPS KETIKA DI MADINAH).

  • Sucikan diri, disunnahkan untuk mandi dan memakai wewangian di badan (tidak boleh di pakaian ihram) yang baunya tidak tajam atau menyengat. Sebagaimana ketika di Madinah, Luruskan kembali niat ibadah semata mata lillahi ta’ala, tetap tawakkal, sabar dan ikhlas merupakan kunci utama diterimanya ibadah untuk menjadi haji yang mabbrur.
  • Sebelum berangkat ke Mekkah, jamaah umroh dan haji wajib memakai pakaian ihram dengan benar, kemudian berwudu’ dan sholat sunnah tahyatul ihram. Jika sudah waktunya sholat fardu, lakukan terlebih dahulu kemudian berdzikir dan berdo’a. Setelah menetapkan niat untuk berihram, perbanyaklah membaca talbiyah meskipun dengan pelahan.
  • Bagi jamaah haji gelombang kedua, dari bandara King Abdul Azis Jedah akan langsung menuju Mekkah menempuh perjalanan darat dengan bus sekitar 2 jam, sedang jamaah haji gelombang pertama dan jamaah umroh menuju Madinah terlebih dahulu kemudian menuju Mekkah dengan miqat makani di masjid Dzulhulaifah abyar Ali dengan bus sekitar 6 sampai 7 jam. Gunakan waktu selaman perjalanan untuk membaca talbiyah dan istirahat.
  • Saat sampai di hotel tempat menginap yang biasanya disebut Maktab, jamaah umroh dan haji akan menerima kunci kamar. Jamaah umroh dan haji harus sabar selama proses pembagian kunci kamar dan waktu untuk mencari tas koper bawaan yang diturunkan oleh porter kadang 1 sampai 2 jam. Gunakan waktu menunggu untuk mencari koper masing masing.
  • Setelah memasuki kamar hotel dan menata barang bawaan, jangan melepas baju ihram atau berganti pakaian terlebih dahulu, karena masih dalam keadaan niat ihram, seluruh larangan ihram jangan ada yang dilanggar sampai selesai tahallul.
    Setelah istirahat sebentar, jamaah umroh dan haji dapat segera berwudu dan berangkat ke masjidil Harom dengan tetap berihram, untuk melaksanakan thawaf umroh, sa’i dan tahallul. Sebaiknya jamaah umroh dan haji berjalan berombongan bersama dengan muthawwif atau pembimbing, agar aman, lancar, dan tidak tersesat di jalan. Jangan lupa membawa tas pasport/ tas kecil yang dapat dicangklongkan di leher yang berisi photo copy dokumen perjalanan, telepon genggam yang diseting silent tanpa bunyi, botol kecil kosong untuk diisi air zam zam, gunting kecil untuk tahallul dan tas kresek plastik yang suci
  • Bacalah talbiyah selama berjalan dari hotel ke masjidil Harom, hafalkan jalan yang dilalui, bangunan bangunan dan tanda tanda yang dapat diingat, agar jika terpisah dengan rombongan, masih ingat jalan untuk kembali ke hotel. Catat juga nomer kamar, nomer lift lantai serta nomer maktab dan nama hotel tempat menginap. Kalau jamaah membawa kamera, tidak ada salahnya memotret mulai nomer kamar, nomer lift lantai, bagian depan hotel, serta sekitar jalan jalan yang dilalui, agar mudah untuk diingat dan tidak tersesat di jalan.
  • Ketika memasuki halaman masjidil Harom juga perlu dingat atau kalau perlu dipotret, halaman masjidil harom disetiap sisi tidak sama dan memiliki ciri ciri tersendiri. Perlu disepakati tempat berkumpul setelah selesai thawaf sa’i dan tahallul, ada kemungkinan jamaah akan terpisah dari rombongan pada saat thawaf karena padatnya jamaah dari berbagai negara.
  • Ketika memasuki bangunan masjidil Harom, perlu diingat nomer dan nama pintunya. Seperti di Masjid Nabawi, setiap pintu di Masjidil Harom ada nomer dan namanya. jangan memotret karena kemungkinan dilarang oleh petugas askar disana. Masukkan alas kaki kedalam tas kresek plastik, dan simpan ditempat alas kaki yang ada dekat pintu. Beberapa pendapat menyarankan untuk dibawa selama beribadah kedalam masjid, beberapa yang lain berpendapat melarang membawa kedalam karena khawatir alas kakinya najis. Jangan lupa memperhatikan dan mengingat ciri setiap bagian bagian dalam masjid yang dilalui ketika pertama masuk.
  • Ketika pertama melihat Baitullah Kakbah, perhatikan dengan seksama dan ingatlah bagian sisi Baitullah yang pertama terlihat, karena itu akan dapat menjadi petunjuk arah keluar dari masjid melewati pintu yang sama dengan ketika masuk masjidil Harom.
  • Lakukan thawaf dengan khusyu’ dan sempurna dimulai dari sudut searah dengan hajar aswad. Jangan melakukan hal lain, berbincang, sholat sunnah, atau masuk ke Hijr Ismail, sebelum thawaf selesai 7 putaran. selama melaksanakan thawaf jamaah umroh dan haji harus tetap menjaga kesucian dari hadast besar dan hadast kecil (tetap dalam keadaan wuduk), sebaiknya membaca do’a do’a yang telah hafal saja, tidak harus sambil membaca buku tuntunan do’a.
    Setelah selesai thawaf, minumlah air zam zam yang banyak disediakan di dalam masjidil Harom.
  • Jika tempat memungkinkan, usahakan untuk melakukan sholat sunnah di belakang maqom Ibrahim, Jika tidak memungkinkan kerana padatnya jamaah, bisa langsung bergeser ke bukit shofa untuk segera melaksanakan sa’i dengan khusyu’ dan sempurna sampai tujuh kali dimulai dari bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwa.
  • Setelah selesai melaksanakan sa’i, jamaah dapat segera bertahallul memotong rambut yang dapat dilakukan di sekitar bukit Marwa. Mintalah tolong kepada jamaah lain yang telah bertahallul untuk memotong rambut, kemudian tolonglah jamaah lain yang belum bertahallul memotong rambutnya. Selama melaksanakan sa’i jamaah dapat beristirahat atau minum air zam zam yang banyak disediakan di tempat sa’i.
  • Ketika akan keluar dari dalam masjid untuk kembali ke Hotel, perhatikan dan ingatlah sisi kakbah yang pertama terlihat tadi dan berjalanlah membelakangi sisi kakbah yang pertama terlihat teresbut, ingat pula nomer pintu, nama pintu yang telah dilalui dan apabila lupa dapat melihat photo photo hasil memotret ketika berangkat dari hotel. Berkumpullah kembali dengan rombongan di tempat yang telah disepakati, jika terpisah dengan rombongan, gunakan telepon genggam untuk koordinasi. Pemerintah Indonesia pada musim haji biasanya mempunyai pos khusus di hotel dekat masjidil Harom yang dapat menjadi jujukan jamaah haji jika lupa jalan ke hotel maktab.
  • Setelah sampai kembali di kamar hotel maktab, usahakanlah untuk istirahat, buat kesepakatan dengan sesama jamaah yang satu kamar siapa yang memegang kunci kamar dan kesepakatan kesepakatan lain.,
    Jangan merusak ibadah dengan berkata kotor, berbantah bantahan atau bertengkar, jagalah kerukunan dan keakraban dengan sesama jamaah terutama dengan jamaah satu kamar, satu regu, satu rombongan maupun dengan jamaah satu kloter. Saling tolong menolong antara sesama jamaah, akan sangat membantu kelancaran kesempurnaan dan kekhusyu’an dalam beribadah.
  • BACA JUGA TIPS KETIKA DI MADINAH

baca juga TIPS DALAM PERJALANAN UMROH DAN HAJI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.