Tips Dalam Perjalanan Umroh dan Haji

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Jamaah umroh dan haji tentunya berkeinginan agar selama dalam perjalanan selamat dan lancar, tanpa kesulitan rintangan, baik dari rumah sampai ke tanah suci, dari Mekkah ke Madinah atau dari Madinah ke Mekkah, maupun sekembali dari tanah suci sampai ke rumah. BACA JUGA Tips Sebelum Brangkat Umroh dan Haji

umroh afi prima -Tips dalam perjalanan Umroh dan Haji- umroh dan haji info

umroh afi prima -Tips dalam perjalanan Umroh dan Haji- umroh dan haji info

Berikut beberapa Tips Dalam Perjalanan Umroh dan Haji yang insya”allah bermanfaat bagi jamaah :

  • Sebelum keluar dari rumah, lakukanlah sholat safar, berdo’a memohon kepada Allah SWT, dan luruskan kembali niat semata mata untuk menjalankan ibadah umroh maupun haji lillahi ta’ala, agar perjalanan selamat dan lancar, dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah umroh maupun haji dengan sempurna, khusyu’ dan benar sesuai syariat, sehingga dapat menjadi hajji yang mabbrur.
  • Titipkan rumah, harta dan keluarga yang ditinggal kepada orang yang paling dapat dipercaya, barang barang berharga di rumah simpan di tempat aman yang terkunci, agar tenang dan tidak ada kekhawiran, selama perjalanan dan menjalankan ibadah umroh dan haji.
  • Masukkan ke dalam tas canglong kecil yang dikalungkan di leher, semua dokumen perjalanan (pasport dan visa umroh-haji serta surat keterangan vaksinasi dan bagi jamaah perempuan yang berangkat sendiri harus memiliki surat muhrim ), agar mudah ketika pemeriksaan di bandara. Simpan photo copynya di dalam tas tenteng, agar mudah jika sewaktu waktu diperlukan.
  • Perjalanan ibadah umroh maupun haji bukanlah pesiar, pakailah pakaian yang suci ringkas sederhana, longgar dan dapat digunakan untuk sholat ketika dalam perjalanan, jangan menggunakan pakaian yang ketat, dan sebaiknya tidak memakai sepatu, cukup memakai alas kaki sandal yang ringan, lebih baik lagi sandal ringan yang ada tali tumitnya, jangan memakai parfum yang baunya menyengat, karena akan mengganggu penciuman teman seperjalanan, jangan menggunakan perhiasan mahal agar tidak hilang.
  • Tas koper dan tas tenteng, sebaiknya dikunci atau digembok agar aman dari pencurian, beri tanda khusus agar mudah mencarinya ketika sampai di tujuan, ada baiknya diberi tulisan nama dan nomer telepon yang bisa dihubungi agar jika tertinggal di bandara dapat dihubungi oleh petugas. Bagi jamaah haji reguler, tas koper besar biasanya sudah dikumpulkan di kantor depag setempat beberapa hari sebelum keberangkatan, jamaah haji tidak perlu membawa sendiri selama dalam perjalanan karena sudah ada tim khsusus yang membawakan sampai ke hotel di tanah suci, demikian pula saat pulang sudah ada tim khusus yang membawakan dari tanah suci sampai ke asrama haji setempat di tanah air. Sedang bagi jamaah umroh umumnya dibawa sendiri.
  • Makanlah secukupnya, agar perut tidak kosong selama dalam perjalanan. Jika merasa perlu membuang air kecil atau air besar, jangan ditahan.
  • Berdoa’lah ketika kendaraan yang akan mengantarkan mulai berjalan, bisa dengan membaca buku lafadz do’a yang dibagikan oleh penyelenggara, atau setidaknya bacalah doa’a Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah.
  • Siapkan peralatan sholat, peralatan mandi dan baju tidur, obat obatan yang diperlukan dalam tas tenteng khususnnya bagi jamaah haji, karena umumnya jamaah haji akan diantar menuju asrama haji terlebih dahulu untuk pemeriksaan dokumen, menerima gelang identitas haji dan menerima uang saku sekitar 1.500 real SR (lebih kurang Rp. 4.500.00,-) dan menginap semalam dengan akomodasi yang telah disiapkan gratis. Sedang jamaah umroh akan langsung ke bandara.
  • Selama perjalanan dalam pesawat, jamaah perlu ikut menjaga keselamatan penerbangan, dengan menjaga ketertiban, jangan terlalu sering hilir mudik dalam pesawat, laksanakan semua instruksi pramugari/ krew pesawat, matikan handphone sejak pesawat mulai bergerak karena sinyalnya dapat membahayakan penerbangan, pelajari cara bertayamum dan sholat dalam pesawat, jangan merokok dalam ruang manapun didalam pesawat
  • Bagi jamaah haji gelombang kedua, siapkan baju ihram dalam tas tenteng, karena jamaah haji harus sudah berihram dari miqat sebelum masuk tanah suci Mekkah. Beberapa ulama ada yang berpendapat ber ihram sejak diatas pesawat ketika memasuki wilayah udara Yalamlam, ada juga yang membolehkan mulai berihram ketika sudah berada di bandara King Abdul aziz Jeddah Arab Saudi. Jamaah bisa mendapat penjelasan dari pembimbing. Jamaah haji gelombang pertama dan jamaah umroh, bisa memasukkan pakaian ihramnya dalam koper, karena dari bandara King Abdul Aziz akan menuju ke Madinah terlebih dahulu, Kadang juga ada penerbangan yang direct dari tanah air langsung mendarat di Madinah.
  • Jaga hubungan keakraban dengan sesama jamaah, dan saling tolong menolong akan sangat bermafaat bagi jamaah umroh dan haji
  • Hindari dan jangan membawa barang titipan yang tidak diketahui secara jelas jenis barangnya, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan demi kelancaran dalam perjalanan, jangan sampai terlibat dalam modus penyelundupan barang.
  • Bawa baju hangat atau jaket untuk dipakai selama dalam pesawat penerbangan, pakailah selimut yang disediakan maskapai dalam pesawat, karena udara dalam pesawat cukup dingin yang mungkin berpengaruh pada kesehatan. Jangan mengambil barang apapun seperti selimut, pelampung, dan lain lain milik pesawat maskapai penerbangan.
  • Pakailah tutup telinga head set, juga bisa dengan sorban atau hijjab kerudung, karena suara bising mesin pesawat kadang dapat mengganggu indra pendengaran, terutama ketika take off dan landing.
  • Perjalanan dari bandara di tanah air sampai ke tanah suci membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 15 sampai 22 jam. Penerbangan dari tanah air Indonesia ke Saudi Arabia sekitar 9 sampai 10 jam. Proses pemeriksaan dokumen perjalanan di bandara Arab Saudi sekitar 2 sampai 3 jam. Proses menunggu untuk naik bus sekitar 1 sampai 2 jam. Jamaah haji gelombang pertama dan jamaah umroh akan meneruskan perjalanan ke Madinah. Perjalanan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah ke Madinah sekitar 6 sampai 7 jam. Sedang jamaah haji gelombang kedua akan meneruskan perjalanan sekitar 1 sampai 2 jam ke Mekkah. Gunakan waktu selama penerbangan untuk membaca do’a dzikir, dan istirahat.
  • Selama dalam perjalanan, tetaplah bersama dengan rombongan, jangan memisahkan diri

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

“Allahummaj’al hajjan mabruron, wa sa’yan masykuron, wa dzanban maghfuron [Semoga Allah menganugerahkan haji yang mabrur, usaha yang disyukuri dan dosa yang diampuni”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.