Sejarah Kakbah

Sejarah Kakbah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila.
Kakbah adalah sebuah bangunan batu yang awalnya tidak beratap dengan dua pintu, terletak di lembah dan dikelilingi pegunungan. Kakbah yang juga dinamakan Bayt al `Atiq (Arab: بيت العتيق, Rumah Tua). Dalam beberapa buku Sejarah Kakbah adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah, dan pernah beberapa kali diperbaiki karena mengalami kerusakan.

Sebelum Nabi Muhammad lahir, tinggi bangunan kakbah hanya sekitar 2 meter, tidak beratap, barang-barang berharga di dalamnya sering dicuri. Bangsa Quraisy yang memegang kendali atas Mekkah ribuan tahun setelah Ibrahim wafat, berinisiatif untuk merenovasinya dengan terlebih dahulu bangunan kakbah yang ada dirobohkan.

Menurut beberapa riwayat Sejarah Kakbah , kerusakan kakbah pernah terjadi karena saat itu ada seorang wanita mengasapi Kakbah dengan dupa, percikan api dari tempat membakar dupa yang dia bawa membakar kiswah Ka’bah, dan menyebabkan kerusakan pada tembok dan tiang penyangganya. Beberapa waktu kemudian terjadi banjir besar yang masuk ke Ka’bah, sehingga menyebabkan tembok Kakbah pecah, dan sebagian roboh.

Kaum Quraisy ketakutan menghadapi hal ini dan bertekad untuk memperbaharui bangunan Kakbah, 6 tahun sebelum diutusnya Nabi shallallahu talahi wa sallam. Mereka bertekad tidak boleh meggunakan harta haram dalam bangunan Ka’bah. Karena kaum Qurays saat itu kekurangan harta yang halal untuk menyelesaikan bangunan Kabah, maka mereka mengurangi bangunan ka’bah dari arah Hijir Ismlail sepanjang sekitar 6 hasta.

kakbah tahun 1900 - umroh afi prima - umrohdanhaji.info
kakbah tahun 1900 – umroh afi prima – umrohdanhaji.info

Di masa pemerintahan SuItan Murad Khan Al Utsmani bangunan Ka’bah mengalami kerusakan dan sebagian temboknya roboh, karena hujan deras dan banjir yang menggenangi Masjidil Harom sampai mencapai ketinggian setengah tembok Ka’bah. Pada tahun 1040 1630 M, Sultan dari bani Ustmaniyah memerintahkan untuk merenoyasi bangunan Kabah dengan bentuknya yang tetap sampai sekarang. Meskipun sejak saat itu Kakbah beberapa kali mengalami kerusakan, namun perbaikan dan renovasi ukuran dan bentuknya tetap dipertahankan. Hanya bagian dalam kakbah dan hijir Ismail diperbagus dengan menggunakan batu marmer.

Saat ini bangunan kakbah berukuran tinggi sekitar 15 meter dengan panjang sisi sebelah utara 9.92 meter, sisi sebelah barat 12.15 meter, sisi sebelah selatan 10.25 meter, dan sisi sebelah timur 11.88 meter. Bentuk bangunan kakbah yang memiliki panjang sisi berbeda, merupakan filosofi ukhuwah islamiah bahwa ummat islam dari seluruh penjuru dunia, yang berbeda bangsa, berbeda negara, berbeda bahasa, berbeda budaya, berbeda warna kulit, berbeda mazhab, pada hakekatnya adalah satu tujuan “li illahi ta’ala”

Dalam al Qur’an disebutkan bahwa “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim….” (QS Ali Imran: 96-97)

Kakbah menjadi bangunan yang penting dan sepanjang tahun dikunjungi jutaan ummat Islam dari seluruh penjuru dunia, setelah Allah menetapkan Kakbah sebagai kiblat arah menghadap ketika ummat Islam melaksanakan ibadah sholat, dan mewajibkan untuk berhaji sebagai rukun Islam yang kelima, sebagaimana firman Allah SWT dalam al Qur’an “Dan diantara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana” (Q.S Ali Imran:97)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.