Sa-i dalam Ibadah Umroh dan Haji

Sa-i dalam Ibadah Umroh dan Haji

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Sa-i dalam Ibadah Umroh dan Haji artinya usaha dan dalam ilmu fiqih, Ibadah Sa’i merupakan salah satu rukun umrah dan haji yang dilakukan dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) bolak-balik 7 kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya.

informasi umroh dan haji - ibadah sa'i berjalan kaki dari shafa ke marwah
informasi umroh dan haji – ibadah sa’i berjalan kaki dari shafa ke marwah

Jamaah umrah dan haji wajib memahami tata cara dalam melaksanakan Sa’i dalam Ibadah Umroh dan Haji. Tidak sah umroh atau haji seseorang jika tidak melakukan sa’i. Ibadah Sa’i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang Haid atau Nifas.

إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ – البقرة ﴿١٥٨﴾

Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah” – (Qs al-Baqarah ayat: 158)

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : اسْعَوْا فَإِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ السَّعْيَ (وروى الدارقطني ، البيهقي حديث حسن)

Rasulallah saw bersabda: “Wahai manusia bersa’ilah kamu, sesungguhnya Allah telah memwajibkan sa’i atas kamu” (HR Ad-Dar qutni, Al-Baihaqi, hadits hasan)

Jarak antara bukit shafa dan marwah sekitar 405 meter, disebut pula dengan al-Mas’a ( tempat untuk bersa’i ). Ketika melintasi Bathnul Waadi yaitu kawasan yang terletak di antara bukit shafa dan marwah (saat ini ditandai dengan lampu berwarna hijau) para jama’ah pria disunnahkan untuk berlari-lari kecil sedangkan untuk jama’ah wanita berjalan cepat.

Bukit shafa dan marwah terkait erat dengan kisah keluarga Nabi Ibrahim AS dimana diantara kedua bukit yang semula biasa menjadi istimewa karena muncul mata air penuh berkah yang memancarkan air tepat dibawah telapak kaki Ismail kecil yang tak lain adalah sumur zamzam, di sebelah tenggara baitullah.

Shafa merupakan sebuah bukit kecil yang menyambung ke bukit Abi Qubais. Di bukit ini, dulunya terdapat Darul Arqam, Darul Saib bin Abi Saib dan Darul al-Khuld yang sekarang semuanya sudah disatukan menjadi tempat Sa-i dalam Ibadah Umroh dan Haji. sedangkan bukit Marwah bukit yang menyambung dengan bukit Qaiqu’an dan mengarah ke rukun Syami, jaraknya 300 m dari Ka’bah.

Wajib Sa-i dalam Ibadah Umroh dan Haji

1- dimulai dari Shofa dan diakhiri di Marwah.

لِمَا صَحَّ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ (رواه مسلم)

Rasulallah saw bersabda: “Aku memulai dari apa yang Allah memulai darinya” (HR Muslim). Yaitu Allah memulai dengan kata Shafa baru setelah itu Marwah.

2- Sa’i dilakukan sebanyak tujuh kali, dihitung mulai dari Shafa ke Marwa satu kali. Kemudian dari Marwa ke Shafa satu kali. Begitulah seterusnya tujuh kali bulak-balik diakhiri di bukut Marwah.

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ سَعَى سَبْعًا بَدَأَ بِالصَفَا وَ فَرَغَ عَلَى المَرْوَةِ (رواه مسلم)

Sesuai dengan hadits dari Jabir ra, sesungguhnya Rasulallah saw sa’i sebanyak tujuh kali dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah (HR Muslim)

3- Sa’i dilakukan setelah melakukan thawaf ifadhah atau thawaf qudum

لِمَا رُوِىَ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ سَعَى بَعْدَ الطَّوَافِ وَقَالَ: لِتَأْخُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ (رواه مسلم)

Sesuai dengan hadits Nabi saw, sesungguhnya Rasulallah saw sa’i setelah thawaf, lalu bersabda: “Ambilah manasik hajimu dan umrahmu dari aku” (HR Muslim)

Saat melakukan ibadah sa’i, disunnahkan untuk memperbanyak do’a dan dzikir seperti yang diajarkan Rasulallah saw

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ فَرَقِيَ عَلَيْهِ حَتَّى رَأَى الْبَيْتَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ ، فَوَحّدَ الله وكبّرهُ وقال: ” لا إله إلا الله وحْدَهُ لا شريك لهُ، لـهُ المُلْكُ ولـه الحمدُ وهُوَ على كُلِّ شيءٍ قديرٌ، لا إله إلا الله أَنجزَ وَعْدهُ، ونصر عبْدَهُ، وهَزَمَ الأحزابَ وحْدَهُ ” ثم دعا بين ذلك ثلاث مرَّاتٍ، ثم نزل من الصَّفَا إلى المرْوَةِ (رواه الشيخان)

Dari Jabir ra, katanya: Sesungguhnya Nabi saw. mulai dari Shofa lalu naik ke atasnya sampai melihat baitullah lalu menghadap kiblat. Lalu membaca kalimat tauhid dan takbir dan mengucap:

“Laa Ilaaha Illallahu wahdah, Laa syariika lah, Lahul Mulku wa Lahul Hamdu, Wa Huwa ‘alaa kulli syaiin Qodiir. La Ilaaha Ilallahu wahdah, Anjaza wa’dah, Wa Nashoro ‘Abdah, Wa Hazamal Ahzaaba Wahdah”.

Lalu berdoa diantara itu lalu mengucap seperti bacaan itu tiga kali. Kemudian turun ke Marwah. (HR Bukhari Muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.