Rukun Haji Wukuf di Arafah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Rukun Haji Wukuf di Arafah termasuk rukun haji, bahkan ia merupakan rukun yang paling utama berdasarkan sabda Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam:

umroh afi prima, informasi umroh dan haji wukuf di arafah

umroh afi prima, informasi umroh dan haji wukuf di arafah

umroh afi prima, informasi umroh dan haji wukuf di arafah

umroh afi prima, informasi umroh dan haji wukuf di arafah

الْحَجُّ عَرَفَةُ ، فَمَنْ أَدْرَكَ لَيْلَةَ عَرَفَةَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ مِنْ لَيْلَةِ جَمْعٍ فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ -> رواه الترمذي، رقم 889، والنسائي، رقم 3016، واللفظ له، وصححه الشيخ الألباني رحمه الله في صحيح النسائي .

“Haji itu Arafah, Barangsiapa mendapatkan malam pada hari Arafah sebelum terbit fajar / waktu subuh (untuk wuquf), maka sungguh hajinya telah sempurna.” (HR. Tirmizi, no. 889. Nasa’i, no. 3016, redaksi hadits ini bersumber darinya, dishahihkan oleh Syekh Al-Albany rahimahullah dalam shahih Nasa’i)

Karena wukuf termasuk rukun haji, maka semua jamaah harus melaksanakan Rukun Haji Wukuf di Arafah. Mereka yang tidak berwukuf hajinya tidak sah. Mereka yang sakit atau sedang dirawat di rumah sakit juga akan dibawa untuk melaksanakan Rukun Haji Wukuf di Arafah dengan mobil ambulan, meskipun hanya sesaat setelah itu dibawa kembali ke rumah sakit, biasa disebut dengan safari wukuf.

Wukuf artinya hadir dan berada di Arafah pada waktu tertentu tanggal 9 Dzulhijah, antara waktu dzuhur smapai waktu fajar. Bagi jamaah haji yang tidak melaksanakan wukuf, maka wajib baginya untuk mengqada / melakukannya pada waktu yang akan datang.

Sebelum berangkat wukuf, jamaah haji berihram terlebih dahulu, dan berniat untuk melaksanakan haji karena Allah. Selama perjalanan menuju ke arafah, jamaah haji disunnahkan mengumandangkan bacaan talbiyah.

Disini masing-masing jamaah dipersilahkan untuk mengkondisikan dirinya berkonsentrasi kepada Allah, melakukan perenungan atas dirinya, apa yang telah dilakukan selama hidupnya, merenungi kebesaran Allah melalui Asmaul Husna-Nya, merenungi hari akhirat. wukuf adalah untuk mendefinisikan hakikat keberadaan manusia dihadapan Allah.

Cara pelaksanaan ibadah wukuf ini adalah dengan berdiam diri (dan berdoa) di padang luas di sebelah timur luar kota Mekkah. Wukuf di Arafah adalah puncak berkumpulnya seluruh jamaah, yang berjumlah jutaan, dari seluruh penjuru dunia dalam waktu bersamaan.

Pengakuan yang jujur dan ikhlas, tanpa rasa sombong dan takabur, di hadapan Allah adalah puncak amaliah haji. Bentangkan dosa-dosamu di padang Arafah ini, ingatlah satu persatu dosa-dosa yang pernah engkau lakukan, ingatlah betapa waktumu selama ini habis terbuang sia-sia karena lebih banyak digunakan untuk memperindah kehidupan duniamu.

Perbanyaklah berdzikir, berdoa, dan memohon ampun kepada Allah, karena pada waktu wukuf, Allah akan mengampuni dosamu. Sabda Rasullullah saw : “Di antara berbagai jenis dosa, ada dosa yang tidak akan tertebus kecuali dengan melakukan wukuf di Arafah” (disinadkan oleh Ja’far bin Muhammad sampai kepada Rasulullah saw).

Allah murka ketika manusia tidak yakin dosanya diampunkan di Arafah, seperti sabda Rasullullah saw : “Yang paling besar dosanya di antara manusia adalah seseorang yang berwukuf di Arafah lalu berprasangka bahwa Allah tidak memberinya ampun” (Al Khatib dalam kitab Al-Muttafaq wal Muftaraq)

Di Arafah inilah Rasulullah menyampaikan khutbahnya yang terkenal dengan nama khutbah wada’ atau khutbah perpisahan, karena tak lama setelah menyampaikan khutbah itu beliau wafat. Di saat itu, ayat Al-Qur’an, surat al-Maa’idah ayat 3 turun sebagai pernyataan telah sempurna dan lengkapnya ajaran Islam yang disampaikan Allah SWT melalui Muhammad saw.

…….

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لإثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-redhai Islam itu jadi agamamu. Maka barangsiapa terpaksa, karena kelaparan, tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya, Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.” – (QS.5 Al-Maa’idah :3)

Arafah merupakan gambaran padang Mahsyar, yang nantinya semua makhluk dikumpulkan disana sebelum melangkah ke surga atau neraka. Kehadiran di Arafah memberi arti dan nuansa akhirat dengan Mahsyarnya, sekaligus merenunginya untuk bersiap-siap menghadapi hal itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.