Rakaat Taraweh di Masjidil Harom

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Salat tarawih adalah sunnah muakkad, bukan wajib, sehingga diserahkan kepada umat, mau pilih yang mana, tentu yang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan. Jumlah rakaat shalat taraweh merupakan salah satu masalah furuiyah ikhtilafiyah yakni masalah sub cabang hukum Islam yang memiliki keragaman berdasarkan beragamnya masing-masing dalil. Perbedaan tersebut hendaklah dijadikan hazanah dan kekayaan umat dalam melakukan ijtihad, bukan untuk dijadikan dasar mengklaim kebenaran secara sepihak.

umroh afi prima - rakaat taraweh di masdjidil harom dan masjid nabawi - umroh dan haji info

umroh afi prima – rakaat taraweh di masdjidil harom dan masjid nabawi – umroh dan haji info

umroh afi prima - iftar buka puasa di masdjid nabawi - umroh dan haji info

umroh afi prima – iftar buka puasa di masdjid nabawi – umroh dan haji info

Khazanah kekayaan ijtihad para ulama tentang jumlah rakaat taraweh antara lain ijtihad dari Imam Malik dalam kitab al-Muwatha’ yang menjelaskan bahwa jumlah rakaat shalat tarawih adalah 11 termasuk 3 untuk witir. Sementara Imam Syafii dan Hambali menjelaskan shalat tarawih itu 20 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir. Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ menjelaskan bahwa pelaksanaan shalat tarawih adalah 20 rakaat dan 3 rakaat witir.

Kerajaan Arab Saudi yang secara resmi berpegang pada madzhab Hanafi, pelaksanaan jumlah Rakaat Taraweh di Masjidil Harom Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah dilakukan 20 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir dan rakaat witir terakhir membaca qunut dan do’a yang cukup panjang saat iktidal. Waktu pembacaan qunut dan do’a ini sekitar 15 menit dalam rakaat witir terakhir sebelum sujud.

Pada sepuluh malam terakhir mulai malam ke 20 di kedua Masjidil Harom Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah juga dilaksanakan shalat qiyamul lail yakni ditambah 10 rakaat plus 3 rakaat witir yang pelaksanaannya dimulai sekitar jam 01.00 malam hingga jam 3.00 pagi waktu Saudi (jam 4.00 sampai jam 6.00 WIB), sehingga total Rakaat Taraweh di Masjidil Harom Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah 33 rakaat terdiri dari shalat taraweh 20 rakaat, shalat tahajud qiyamul lail 10 rakaat dan shalat witir 3 rakaat dengan pembacaan qunut dan do’a pada rakaat terakhir.

Di Masjidil Harom Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah tidak ada perdebatan adu bicara tentang jumlah Rakaat Taraweh di Masjidil Harom, maupun tentang mazhab yang dianut. Semuanya melaksanakan shalat taraweh mengikuti Imam masjidil harom Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah. Jamaah umroh bisa dan boleh saja berhenti setelah rakaat taraweh tertentu, dan menunggu sampai dimulainya shalat qiyamul lail atau witir.

Bentuk Kakbah/ Baitullah yang memiliki 4 sudut yang berbeda dan 4 panjang masing masing sisi yang berbeda, panjang sisi sebelah utara 9.92 meter, sisi sebelah barat 12.15 meter, sisi sebelah selatan 10.25 meter, dan sisi sebelah timur 11.88 meter, merupakan filosofi bahwa ummat Islam yang berasal dari berbagai negara, berbagai bangsa, berbagai adat tradisi, 4 mazhab, pada hakekatnya adalah satu tujuan, lillahi ta’ala. Kakbah/ Baitullah adalah lambang ukhuwah Islam yang akan tetap terpelihara.

Aktivitas ibadah jamaah umroh dan haji pada bulan ramadhan di masjidil harom Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah tidak pernah berhenti. Bukan hanya jamaah umroh dari seluruh dunia, penduduk Arab juga menyambut Ramadhan dengan sangat istimewa. banyak keluarga Arab Saudi yang selama sebulan penuh ke tanah suci terutama kota Mekkah.

Jamaah umroh yang melaksanakan Thawaf dan Sa’i tak pernah sepi, hanya nampak berhenti saat terdengar iqamat Shalat Fardhu. Setelah melaksanakan Thawaf dan Sa’i Tahallul, banyak jamaah umroh yang tetap kerasan berada di dalam masjidil Harom untuk shalat Sunnah, membaca al Qur’an, berdzikir dan berdo’a dan sebagian sambil berbaring tiduran menunggu waktu shalat fardu berikutnya. Sebagian yang lain juga banyak yang menyimak ceramah agama yang disampaikan oleh beberapa ulama Syekh/Imam masjid di beberapa tempat di dalam Masjidil Harom Mekkah maupun di Masjid Nabawi Madinah.

Setelah shalat Ashar banyak sekali penduduk Makkah dan Madinah menyediakan hidangan takjil gratis sederhana untuk iftar buka puasa, yang disuguhkan kepada setiap jamaah tanpa kecuali berupa teh Sahi dan kopi Gahwa arab yang khas, beberapa butir Rutab (kurma muda yang sangat manis), roti Tamis (roti gandum yang lebar) dan Laban (semacam yogurt) dan minuman Asir (semacam sari buah) dan Air Zamzam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.