Persiapan Berangkat Umroh Haji

Persiapan Berangkat Umroh Haji

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Jamaah umroh dan haji seharusnya melakukan Persiapan Berangkat Umroh Haji antara lain dengan Mengikuti dan memahami manasik umroh dan haji. Manasik haji yang pertama dalam Persiapan Berangkat Umroh Haji adalah dengan meluruskan niatnya, “Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa” (Sesungguhnya Segala Perbuatan Itu Disertai Dengan Niat dan Segala Perkara itu Tergantung apa yang diniatkan). Meluruskan niat dengan meyakini bahwa apa yang akan dikerjakannya itu merupakan suatu ibadah dalam rangka menjalankan perintah Allah, semata mata karena Allah, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surah al-Baqarah ayat 196 “Wa atimmuul hajja wal ‘umrota lillah” (dan sempurnakan ibadah haji dan umrah itu karena Allah).”

umroh afi prima - berangkat umroh haji -umroh dan haji info
umroh afi prima – berangkat umroh haji -umroh dan haji info

Perjalan umroh dan haji ke Baitullah/ Kakbah Majidil Harom Mekkah serta ke Masjid Nabawi Madinah, merupakan perjalanan ibadah untuk memenuhi panggilan Allah SWT, untuk menjadi tamu Allah SWT. Niat “labbaika allahumma ‘umrotan” (Ya Allah kami dengar panggilan-Mu untuk berumrah) atau “labbaika allahumma hajjan” (Ya Allah kami dengar panggilan-Mu untuk berhaji) menjadi landasan utama dalam menjalakan ibadah umroh dan haji yang kita jalankan akan mabrur atau tidak. Haji mabrur adalah haji yang diterima. Haji Mabrur ditandai dengan berubahnya sikap dan perbuatan yang tercela menjadi lebih baik.

Niat itu di dalam hati, dan disunnahkan melafalkan dengan ucapan pelahan seperti pelafalan Niat Sholat. Hal ini mengikuti sunnah Rasul ketika beliau melafalkan niat untuk berpuasa saat mengunjungi istrinya lalu tidak mendapatkan makanan, beliau melafalkan niat untuk puasa. Niat untuk menjalankan ibadah umroh dan haji harus tetap dijaga dan diteguhkan sejak sebelum berangkat sampai akhir hayat.

Sejak sebelum berangkat menjalankan ibadah umroh dan haji harus sudah berupaya untuk membiasakan perintah Allah SWT, termasuk “falaa rafatsa walaa fusuuqo walaa jidaala” (Maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat fasik serta jangan bertengkar) sebagaimana dalam Al Qur’an surah al-Baqarah ayat 197. Jamaah umroh dan haji dalam Persiapan Berangkat Umroh Haji sepatutnya mulai membiasakan diri untuk :

  • Ikhlas atas segala kehendak Allah, menunaikan ibadah haji hanya karena melaksanakan perintah Allah dan mengharapkan ridho-Nya semata. Hindarkan diri dari perasaan riya, ingin dipuji, takabur, sombong, merasa hebat serta sifat-sifat buruk lainnya
  • Sabar mengendalikan emosi dan nafsu yang buruk, baik pada saat pembayaran ongkos haji, pemeriksaan kesehatan, pendaftaran, menunggu panggilan untuk pemberangkatan, jangan berbantah bantahan, jangan bertengkar, jangan marah kepada siapapun dan kepada apapun
  • Tawakkal pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT setelah kita berusaha dan berdoa, menghilangkan sikap pesimis, cemas, dan takut pada rintangan. Percayalah kepada-Nya, bahwa Allah-lah yang Maha Mengetahui dan Berhak Mengadakan Ketentuan.
  • Tawadhu’ (rendah hati) ketika di kendaraan, tempat tinggal, saat bergaul dengan lainnya dan bahkan di setiap keadaan
  • Tidak riya‘ dan sepenuhnya lillahi ta’ala
  • Memilih rezeki yang halal
  • Menjauh dari perbuatan maksiat/ dosa
  • Mengagungkan syi’ar Allah
  • Menyibukkan diri dengan berdzikir, membaca Al Qur’an, memperbanyak takbir, tasbih, tahmid dan istighfar
  • Memperbanyak amal baik, bersedekah, membantu orang susah, menyantuni anak yatim, membayarkan utang, meningkatkan khidmah pada orang tua, menyumbang masjid, dan amal sholeh lainnya
  • Membersihkan dan menyuckan diri secara rohani, dengan memohon ampun kepada Allah SWt, memohon maaf kepada orang tua, isteri/suami, anak-anak, saudara, famili, tetangga, dll, Menegakkan kwalitas sholat, mengeluarkan zakat fitrah dan zakat maal, karena zakat ini termasuk unsur pembersih diri dan harta

Selain itu dalam Persiapan Berangkat Umroh Haji Jamaah umroh dan haji juga perlu menjaga fisik kesehatan jasmani dan menyiapkan bekal, sebaik-baik bekal adalah takwa “fainna khoiroz zaadit taqwaa” (maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa).

لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد ونعمة لك والملك لا شريك لك

Labaik Allahumma Labaaik, labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalah
wallahu a’lam bishawab
BACA JUGA BEKAL UNTUK UMROH DAN HAJI

Comments are closed.