Perpustakaan Maktabah Nabawi

Perpustakaan Maktabah Nabawi

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Perpustakaan Maktabah Nabawi didirikan pada tahun 1352 Hijriah (1934 Masehi) atas usulan dari Direktur urusan Wakaf Kota Madinah, Syaikh Ubaid Madani. Pembangunannya dipimpin oleh Sayid Ahmad Yasin Al-Khiyari. Sebenarnya menurut Kitab Khazain al-Kutub al-‘Arabiyyah, Perpustakaan Masjid Nabawi dengan fasilitas modern ini merupakan perluasan dari perpustakaan yang sudah berdiri sejak sebelum terjadinya kebakaran Masjid Nabawi pada 13 Ramadhan 886 Hijriah atau sekitar tahun 1468 M. Kemudian pada tahun 1399 H, perpustakaan ini dipindah ke sisi utara Masjid Nabawi di samping Babul Umar.

umroh afi prima - Perpustakaan Masdjid Nabawi di Madinah - umroh dan haji info
umroh afi prima – Perpustakaan Masdjid Nabawi di Madinah – umroh dan haji info
umroh afi prima - Perpustakaan Masdjid Nabawi Madinah - umroh dan haji info
umroh afi prima – Perpustakaan Masdjid Nabawi Madinah – umroh dan haji info

Di Masjid Nabawi saat ini ada tiga perpustakaan, pertama Maktabah Masjid Nabawi yang berada di Babul Umar, kedua Maktabah Shauthiyah di Babul Utsman, dan ketiga perpustakaan khusus untuk wanita yang berada di pintu nomor 24. Di Maktabah Masjid Nabawi yang berada di Babul Umar pada lantai pertama terdapat koleksi kitab tauhid, tafsir Alquran, tajwid, qiraat, dan ilmu-ilmu Alquran, dan di lantai dua terdapat koleksi kitab hadis seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan Syarah Nawawi.

Dalam Maktabah Shauthiyah di Babul Utsman lantai pertama terdapat koleksi kitab sejarah Islam, sejarah Makkah, sejarah Madinah, dan buku-buku pelajaran bahasa Arab, di lantai dua terdapat koleksi kitab fikih, baik kitab-kitab fikih dari empat mazhab (Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali), maupun kitab-kitab fikih dari mazhab-mazhab lain serta kitab-kitab ushul fikih, dan akhlak, sedang di lantai tiga dari Babul Utsman ini terdapat koleksi naskah kuno dalam tulisan tangan.

Di ruangan lantai tiga ini paling banyak dipadati pengunjung. Di dalamnya tersimpan lembaran-lembaran tulisan ayat Alquran yang sudah berumur ratusan tahun, Alquran tulisan tangan lengkap satu mushaf, koleksi alat tulis yang digunakan pada zaman dahulu yang terbuat dari bambu dan bulu itik, tempat tinta, dan bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat tinta.

Maktabah Shauthiyah di Babul Utsman memiliki fasilitas perpustakaan audio. Jamaah umroh dan haji bisa merekam bacaan Alquran, khutbah Jumat, khotbah Idul Fitri, khutbah Idul Adha, baik oleh imam Masjidil Haram, Makkah, maupun oleh imam Masjid Nabawi di Madinah. Jamaah umroh dan haji cukup membawa keping CD yang masih kosong dan menyerahkannya kepada petugas perpustakaan. Biasanya kita diminta balik lagi ke perpustakaan satu dua hari untuk mengambil hasil rekaman.

Jamaah umroh dan haji yang berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah dapat mengunjungi Perpustakaan Maktabah Nabawi yang buka setiap hari, dari pukul 7.30 hingga 21.00. Kadang Jamaah umroh dan haji menjumpai pengelola Masjid Nabawi yang membagikan beberapa kitab yang diterbitkan dengan tema-tema mazhab resmi Kerajaan Saudi Arabia, dengan gratis. Agar tidak bingung mencari letak Perpustakaan Maktabah Nabawi, jamaah umroh dan haji bisa bertanya kepada petugas yang ada di Masjid Nabawi dengan bahasa isyarat atau dengan mengucapkan kata “maktabah ?”.

Buku buku yang dibagikan oleh pengelola Perpustakaan Maktabah Nabawi isinya cukup bagus, antara lain kitab Miiraatsun Nabiy: Bi Lughatil Indunaysiyah (kitab Warisan Nabi Dalam Bahasa Indonesia) yang ditulis oleh ‘Ubaid As-Sindi, diterjemahkan oleh Abu Yusuf, penyunting Abu Sulaiman. Judul terjemahannya adalah Fadhailul A’mal Menurut Sunnah Nabi

Kitab ini merupakan kumpulan hadits-hadit Nabi Saw bertemakan fadhailul a’mal atau anjuran dan larangan dengan derajat shahih, berupa ringkasan padat kitab Riyadhus Shalihin dan Kitab Targhib wa Tarhib Imam Al Mundzir. Namun Kitab Warisan Nabi ini hanya bertemakan bab-bab anjuran (targhib), tidak ada tema tentang peringatan (tarhib), sehingga dalam Kitab ini tidak ditemukan kata-kata bid’ah itu sesat. Untuk mendapatkan kitab ini, jamaah umroh dan haji bisa meminta kepada pengelola Perpustakaan Maktabah Nabawi dengan mengucapkan miiratsun nabiy, insya Allah dikasih, bisa juga minta beberapa buku untuk dibagikan di tanah air sebagai oleh-oleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.