Miqat ibadah umroh dan haji

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Miqat ibadah umroh dan haji secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci.

Miqat ibadah umroh dan haji (bahasa Arab: ميقات) adalah batas bagi dimulainya ibadah umroh dan haji (batas-batas yang telah ditetapkan). Apabila melintasi miqat, seseorang yang ingin mengerjakan haji wajib berihram dan niat.

Miqat ibadah umroh dan haji yang ditentukan berdasarkan tempat yang disebut Miqat Makani. Sedangkan Miqat ibadah umroh dan haji yang berdasarkan pada waktu dinamakan Miqat Zamani

(ﻣﻴﻘﺎﺕ ﺯﻣﺎﻧﻲ)

– batasnya yang ditentukan berdasarkan waktu:

Bagi haji, miqat bermula pada bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijah yaitu ketika ibadah haji dilaksanakan. Sedang bagi umroh, miqat zamani dapat dilakukan sepanjang tahun

Miqat Makani

(ﻣﻴﻘﺎﺕ ﻣﻛﺎﻧﻲ)

– batas yang ditentukan berdasarkan tempat, antara lain Masjid Dzul Hulaifah yang oleh sebagian jamaah lebih dikenal dengan nama Bir Ali atau abyar Ali karena di dalam masjid ini terdapat sebuah sumur yang dibuat oleh Ali Bin Abi Thalib, Menantu Rasulullah SAW.

miqat ibadah umroh dan haji bir ali dzul hulaifah, informasi umrohdanhaji

informasi umroh dan haji, miqat bir ali dzul hulaifah

informasi umroh dan haji, miqat bir ali dzul hulaifah

informasi umroh dan haji, miqat bir ali dzul hulaifah

Masjid Dzul Hulaifah adalah salah satu masjid yang ada di sekitar Madinah. Letaknya tak jauh dari Kota Madinah. berjarak +/-10 KM atau kurang dari 15 menit perjalanan dari Madinah.

Masjid ini disebut juga dengan masjid Sajarah (masjid Pohon) Karena pada saat miqat Rasulullah duduk dibawah sebatang pohon yang lokasinya dijadikan lokasi masjid saat ini.

Karena sebagai tempat mengambil miqat bagi jamaah umroh dan haji yang berangkat dari arah Madinah, maka Masjid Bir Ali dikenal juga dengan nama Masjid al Miqat, ada juga yang menyebutnya Masjid al Ihram. Umumnya jamaah umroh dari Asia menuju Madinah terlebih dahulu.

Luas areal Masjid Bir Ali saat ini sekitar 90 ribu meter per segi. Termasuk di dalamnya ruang terbuka di sekitar masjid. Luas bangunan masjid saja sekitar 26 ribu meter persegi, dengan kapasitas masjid ini sekitar 5.000 jamah.

Areal parkirnya mampu menampung sekitar 500 kendaraan kecil dan kurang lebih 80 kendaraan besar.Di masjid ini terdapat 512 toilet dan 566 kamar mandi. Hal itu untuk menunjang jamaah yang belum sempat mandi ihram dari pemondokan.

Jarak dari masjid Bir Ali ke Mekah sekitar 450 km yang biasanya ditempuh dalam waktu 6 jam, dan istirahat sekitar setengah jam ditengah perjalanan.

Sedang jamaah haji yang berasal dari Asia yang langsung menuju Mekah terlebih dahulu, tempat miqatnya adalah di Yalamlam (ﻳﻠﻣﻠﻢ), Yalamlam adalah tempat mikot yang telah ditentukan oleh Nabi Muhammad Saw.

Yalamlam adalah nama sebuah gunung yang berada di Yaman, yaitu gunung Tihama. Ada juga yang berpendapat bahwa tempat miqatnya bisa di Jeddah

Jumhur ulama menganjurkan dan mencontohkan agar supaya mengenakan baju ihram di bandara Juanda, atau Sukarano Hatta. Dengan tujuan, ketika memasuki wilayah Yalamlam, tinggal mengucapkan niat umrahnya yang dipimpin oleh pembimbingnya.

Biasanya, pesawat Suadi Air Line, selalu menginformasikan kepada para penumpang (jamaah umroh dan haji) jika akan melewati Yalamlam dan segera bersiap niat ihram.

Bagi penduduk Mekah atau jamaah yang sedang bermukim di Mekah, mereka bisa miqat dari Ji`ranah, Tan`im, ataupun Hudaibiyah.

Masjid Ji’ranah terletak di sebuah perkampungan di Wadi (lembah) Sarf yang berjarak sekitar 24 km dari Masjidil Haram, Makkah al- Mukarramah.Masjid Ji’ranah sangat populer sekali di kalangan kamu muslimin baik bagi penduduk Makkah atau luar Makkah.

Masjid ini telah dipugar berkali kali dari zaman ke zaman sepanjang sejarah. Kemudian pada pemerintahan Saudi dibangun masjid besar bersebelahan dengan masjid yang lama yang tidak terpisahkan.

Miqat Tan’im yang letaknya sekitar 6 km dari Mekkah ini disebut juga miqat ‘Aisyah’ karena pada awalnya miqat ini dipergunakan oleh Aisyah RA.

Diriwayatkan bahwa ketika baru selesai menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah SAW, Aisyah RA melanjutkan ibadah Umrah untuk memulai ‘ihram umrah’ itulah Nabi Muhammad SAW menyuruh Aisyah RA berangkat ke Tan’im dan memulai ihramnya dari lokasi tersebut.

Masjid di Tan’im dikenal sebagai Masjid Aisyah RA, kondisi masjid tersebut sekarang sangat bagus dengan fasilitasnya seperti: kamar mandi, AC, tempat wudhu, air minum dingin dsb.

Selain itu, yang bermukim di Mekah bisa miqat dari Hudaibiyah, yang terletak sekitar 30 km di luar Kota Mekah Al-Mukaramah. Jalan ke tempat ini sekarang tidak banyak penduduknya. Pengembangan Kota Mekah memang terus meluas, namun belum menjangkau wilayah ini.

Pabrik pembuatan kiswah atau kelambu penutup Kabah berada di dekat Hudaibiyah ini. Sepanjang perjalanan di Hudaibiyah terdapat banyak peternakan onta. Bahkan, para peziarah bisa mampir ke peternakan ini untuk meminum air susu segarnya. Hudaibiyah adalah tempat bersejarah dicapainya perjanjian hudaibiyah antara muslimin dan kaum Qurays.

Bagi jamaah yang hendak mengambil miqat dari Ji`ranah, Tan`im, ataupun Hudaibiyah, sebelum berangkat sebaiknya sudah menggunakan pakain ihram di Mekkah. Untuk ke Ji`ranah, Tan`im, ataupun Hudaibiyah dapat menggunakan angkutan umum atau taxi dengan biaya sekitar 10.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.