Melontar Jumrah Dalam Ibadah Haji

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Jamarat tempat Melontar Jumrah Dalam Ibadah Haji di Mina, didirikan untuk memperingati nabi Ibrahim As. yang di goda setan agar tidak melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih putranya Ismail As. Tiga kali beliau digoda dan tiga tempat pula baliau melemparkan batu kerikil kepada setan.

umroh afi prima jamarat - informasi umroh dan haji

umroh afi prima jamarat – informasi umroh dan haji


Dari Ibnu Abbas radhiyallallahu’anhuma, beliau menisbatkan pernyataan ini kepada Nabi, “Ketika Ibrahim kekasih Allah melakukan ibadah haji, tiba-tiba Iblis menampakkan diri di hadapan beliau di jumrah’Aqobah. Lalu Ibrahim melempari setan itu dengan tujuh kerikil, hingga iblis itupun masuk ke tanah . Iblis itu menampakkan dirinya kembali di jumrah yang kedua. Lalu Ibrahim melempari setan itu kembali dengan tujuh kerikil, hingga iblis itupun masuk ke tanah. Kemudian Iblis menampakkan dirinya kembali di jumrah ketiga. Lalu Ibrahim pun melempari setan itu dengan tujuh kerikil, hingga iblis itu masuk ke tanah.”

Menurut jumhur ulama, hukum Melontar Jumrah Dalam Ibadah Haji , bagi yang sedang melaksanakan ibadah haji, baik Aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah (hari Nahr) maupun jumrah pada 3 hari tasyriq adalah wajib. Bagi yang tidak melontar jamrah Aqobah, wajib membayar dam (Said bin abdul Qadir Basyinfar, al-Mughni fi Fiqh al-Haj wa al-‘Umrah, hal. 271; Abdurrahman al-Jaziri, al-Fiqh ‘ala Mazhahib al-Arba’ah, Juz. I, hal. 665).

firman Allah ta’ala,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (.٢٠٣

“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari (yang ingin segera menyelesaikan lempar jumrahnya dalam dua hari), maka tidak ada dosa baginya. Dan Barang siapa yang ingin menangguhkan (yang ingin menyempurnakannya dalam tiga hari), maka tidak ada dosa pula baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya” (QS. Al-Baqarah: 203)

Ada tiga buah Jumroh di Mina, yaitu: Jumrah Aqobah, Jumroh Wustho dan Jumroh Ula. Yang dimaksud dengan jumrah Aqobah adalah melempar dengan batu kerikil kecil pada tanggal 10 Dzul Hijjah yang dilontar hanyalah Jumroh Aqobah tujuh kali, dan membaca takbir pada setiap lontaran.. Hal ini dilakukan setelah mabit di Muzdalifah dan afdholnya dilakukan setelah terbit matahari.

Melontar ketiga Jumroh dimulai dari Jumroh Ula, Wusthah, dan Aqobah pada hari hari tasyriq yaitu tg 11, 12, dan 13, setiap jumroh tujuh kali lemparan batu dengan batu kerikil kecil, afdholnya dilakukan setelah tergelincirnya mata hari (ba’da zawal). .

Dari ayat QS. Al-Baqarah: 203 diatas, jamaah haji diperbolehkan melempar jumrah pada dua hari tasyriq tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, dan boleh juga melempar jumrah pada tiga hari tasyriq tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Namun melempar jumrah aqobah pada tanggal 10 Dzulhijjah tetap harus dilakukan, dan wajib hukumnya.

Cara Melontar Jumrah Dalam Ibadah Haji dengan batu kerikil kecil pada hari-hari tasyriq menurut sunnah Rasulullah saw adalah sebagai berikut: Dimulai melontar Jumroh Ula tujuh kali, dan membaca takbir pada setiap lontaran. Lalu melontar Jumroh Wustho tujuh kali, dan membaca takbir pada setiap lontaran Lalu melontar Jumroh Aqobah tujuh kali, dan membaca takbir pada setiap lontaran.

Perjalanan dari tenda tempat mabit di mina ke tempat jamarat, dilakukan dengan berjalan kaki sambil bertakbir. Jumrah Aqobah dilakukan sebelum jamaah melakukan tahalul, jamaah wajib tetap memakai ihram pada saat melempar jumroh.

Tahalul dapat dilakukan setelah jamaah melontar jumroh Aqobah, dalam arti jamaah haji sudah boleh beganti dengan pakaian biasa, namun tetap tidak boleh melanggar larangan ihram. Setelah jamaah haji melakukan tawaf ifadah – sa’i di masdjidil harom, jamaah sudah bebas dari larangan ihram, tapi larangan agama tetap tidak boleh dilanggar sepanjang hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.