Masjid Siti Aisyah di Tan-im

Masjid Siti Aisyah di Tan-im

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Masjid Siti Aisyah di lembah Nu’man Tan-im sekitar 7 km sebelah utara Masjidil Harom di pinggir jalan raya menuju kota suci Madinah. Masjid Siti Aisyah di Tan-im ini menjadi miqat makani terdekat jamaah umroh dan haji selain ji’ranah dan Hudaibiyyah bagi penduduk atau yang sedang bermukim di Mekkah. Masjid Siti Aisyah di Tan-im merupakan pembatas utara tanah haram Mekkah yang diapit oleh dua buah gunung, sebelah selatan gunung Na’im, sebelah utara gunung Mun’in.

umroh afi prima -  Masjid Siti Aisyah di Tan-im Mekkah -umroh dan haji info
umroh afi prima – Masjid Siti Aisyah di Tan-im Mekkah -umroh dan haji info

Menurut Riwayat nama Masjid Siti Aisyah di Tan-im diberikan karena pada saat haji wada’, tahun 9 Hijriyah, Aisyah binti Abu Bakar ra, istri Rasulullah SAW, tidak bisa melaksanakan umrah bersama-sama karena sedang udzur. Setelah Aisyah selesai udzur, Rasulullah SAW meminta Abdurahman bin Abubakar RA untuk mengantarkan adiknya Siti ‘Aisyah, yang juga merupakan istri Rasulullah SAW, ke sebuah daerah keluar dari batas tanah haram Mekkah yang terdekat, yakni daerah Tan’im untuk mulai berihram (miqat makani) umroh di sana.

Di Tan-im pada masa perjuangan Nabi Muhammad SAW mempunyai sahabat Zaid bin ad-Datsinnah dan Hubaib bin Adiy yang terkenal dengan kegigihan dan keberaniannya mendapat perintah Nabi untuk menyamar dan mengintai namun semuanya tertangkap dan dipaksa untuk dipaksa kembali ke agama semula oleh kaum kafir Quraisy. Karena mereka tetap beriman kepada Allah dan Rasulullah, para sahabat Nabi dibawa keluar dari tanah haram Mekkah dan dibunuh di Tan’im oleh Umayyah bin Khalaf.

Masjid Siti Aisyah di Tan-im pertama kali dibangun oleh Muhammad bin Ali As-syafi’ie kemudian direnovasi beberapa kali. Pada masa almarhum Fahad bin Abdul Aziz, Masjid Siti Aisyah di Tan-im ini direnovasi kembali sehingga luas bangunan masjid sekitar 6000 M2, luas keseluruhan sekitar 84.000 m2 yang mampu menampung sekitar 15 ribu jamaah, dilengkapi dengan berbagai fasilitas halaman parkir, tempat wudhu’ dan toilet, ruangan ber AC, mushaf al-Qur’an, lantai beralaskan permadani turki untuk melayani jamaah umroh dan haji. Di Masjid Siti Aisyah di Tan-im ini juga ada jadwal pengajian rutin yang diisi oleh ulama’-ulama yang kadang juga diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Jamaah umroh dan haji yang sedang berada di Mekkah dan akan melaksanakan umroh biasanya lebih banyak yang miqat dan berihram dari Masjid Siti Aisyah di Tan-im karena jaraknya dekat dengan Masjidil Harom dan dapat di tempuh dari Mekkah dengan menggunakan bis dengan tarif sekitar 2 – 3 real, mini bis dengan tarif sekitar 3 – 5 real per orang, dan taxi dengan tarif sekitar 20 real bisa untuk 4 orang. Mungkin lebih nyaman dan aman kalau menggunakan tranportasi umum seperti bis, karena dijamin tidak kesasar. Masjid Siti Aisyah di Tan-im, seperti Masjid Ji’ronah dibuka selama 24 jam setiap hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.