Masjid Qiblatain

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Masjid Qiblatain (masjid dengan dua kiblat) dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah al Muanawroh, lokasinya di tepi Jalan Wadi Aqiq yang menuju kampus Universitas Madinah dekat Istana Raja. Masjid Qiblatain ini merupakan salah satu tujuan ziarah yang banyak dikunjungi jamaah umroh dan haji

umroh afi prima -  masjid qiblatain - sekitar madinah -umroh dan haji info

umroh afi prima – masjid qiblatain – sekitar madinah -umroh dan haji info


Masjid Qiblatain juga dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, memang sempat memiliki dua mihrab yang menonjol, yakni mengarah ke Masjidil Aqsha di Palestina dan ke Masjidil Haram di Mekah. Hal ini karena sebelum tahun ke 2 Hijriyah, Rasulullah beserta ummat Islam melakukan salat dengan kiblat menghadap ke arah Baitul Maqdis (nama lain Masjidil Aqsha) di Yerusalem/Palestina, sampai turun wahyu kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat menghadap ke arah Masjidil Haram di Mekkah.

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 144)

Peristiwa turunnya wahyu surat Al Baqarah ayat 144 itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah tepatnya pada hari Senin bulan Rajab Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat dhuhur di Masjid Bani Salamah ini dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha.

Begitu mendapat wahyu tersebut, Rasulullah dan para sahabat pun menghentikan sementara salatnya, dan berbalik ke arah Masjidil harom. Peristiwa perpindahan kiblat itu dilakukan tanpa membatalkan salatnya. Nabi pun tidak mengulangi dua rakaat yang sudah dijalani sebelumnya. Karena peristiwa tersebut, lalu masjid ini dikenal dengan nama Masjid Qiblatain (masjid dengan dua kiblat).

Masjid Qiblatain telah mengalami beberapa kali pemugaran, pada tahun 893 H atau 1543 M Sultan Sulaiman telah melakukan pemugaran, dan Pada tahun 1987 M Pemerintah Kerajaan Arab Saudi di bawah Raja Fahd melakukan perluasan, renovasi dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri khas masjid tersebut.

Sebagai bagian dari sejarah perubahan arah kiblat di Masjid Qiblatain, saat ini di belakang atau berlawanan arah mihrob bagian atas terdapat arah kiblat pertama yang dilambangkan dengan bentuk ukiran sajadah ukuran 1X2 meter yang berada di bawah kubah masjid di dekat pintu masuk utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.