Masjid Dzulhulaifah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Masjid Dzulhulaifah terletak sekitar 14 kilometer dari Masjid Nabawi di sebelah barat Wadi ‘Aqiq, di wilayah Abyar Ali. Masjid Dzulhulaifah adalah salah satu miqat yang telah ditentukan oleh Nabi Muhammad S.A.W dan merupakan miqat bagi penduduk Madinah, ataupun yang hendak menunaikan ibadah umroh dan haji melewati kota Madinah.

umroh afi prima -  masjid dzulhulaifah di sekitar madinah -umroh dan haji info

umroh afi prima – masjid dzulhulaifah di sekitar madinah -umroh dan haji info

umroh afi prima -  miqat masjid dzulhulaifah di sekitar madinah -umroh dan haji info

umroh afi prima – miqat masjid dzulhulaifah di sekitar madinah -umroh dan haji info

Masjid Dzulhulaifah jaraknya sekitar 600 KM dari Mekkah, merupakan tempat miqat yang paling terjauh jika dibandingkan dengan tempat miqat lainnya. Saat ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 jam oleh jamaah umroh dan haji dengan menaiki bus yang cukup nyaman melewati jalan tol yang lebar dan lancar. Dahulu, pada zaman permulaan Islam, perjalanan dari Masjid Dzulhulaifah ke Mekah Al Mukarommah ditempuh dalam beberapa hari dengan berjalan kaki atau naik onta sambil mengumandangkan talbiyah.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

Labbaikallaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbarika, innal hamda wan-ni’mata laka wal-mulka laa syariika laka.

Masjid Dzulhulaifah dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz memerintah Madinah tahun 87-93 H, Pada waktu itu masjid masih berbentuk sangat kecil dan terbuat dari batu. Kemudian direnovasi pada masa dinasti Abbasiyah oleh Zaini Zaiunddin al Istidar pada tahun 861 Hijriah (1456 M). Pada zaman dinasti Utsmaniyah direnovasi lagi di masa pemerintahan Sultan Mehmed IV 1058-1099 H.

Pada masa Raja Fahd bin Abdul Aziz, perluasan Masjid Dzulhulaifah dilakukan secara besar-besaran. dibangun dengan bentuk persegi dengan luas 6.000 meter persegi, masjid terbagi menjadi dua bagian dan ditengahnya terdapat lapangan dengan luas 1000 meter persegi dan satu menara adzan dengan bentuk tangga spiralsetinggi 62 meter.

Untuk menunjang jamaah yang belum sempat mandi ihram dari pemondokan, disediakan lebih dari 500 kamar mandi, juga kamar mandi dan tempat wudhu khusus bagi perempuan, jamaah cacat fisik, dan juga orang tua dan ruangan untuk berganti pakaian kain ihram. Di sebelah barat Masjid Dzulhulaifah terdapat parkir mobil dan perkebunan kurma yang luas, di sebelah timur memiliki pasar yang menjual kebutuhan jemaah umroh dan haji.

Masjid Dzulhulaifah juga dikenal dengan nama Masjid Asy-Syajarah merujuk peristiwa sejarah. Dahulu, Nabi Muhammad SAW pernah duduk di bawah pohon saat menuju Mekkah. Di dekat pohon itulah masjid ini dibangun dan Nabi shalat di dalamnya. disebut juga Masjid Al-Miqat karena tempat miqat, juga dikenal dengan nama Abyar ‘Ali/ Abar ‘Ali/ bir Ali karena di daerah ini dahulu ada sumur milik Imam Ali, Miqat al-Ihram, Al-Ihram, Al-Muhrim atau Al-Hasa, karena disini jamaah umroh dan haji mulai berihram dan berniat umroh atau haji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.