Masjid Al Baiat di Mina

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Masjid Al Baiat di Mina terletak sekitar 300 meter dari jamarat, 7 km dari tanah suci Mekkah, yang awalnya dibangun oleh Khalifah Abu Ja’far Al-Mansour Dinasti Abbasiyah pada tahun 144 Hijriyah, untuk mengenang peristiwa sejarah, karena di tempat ini Rasulallah saw pada tahun 12 H (621 M) menerima bai’at 12 orang laki laki dari kabilah Aus dan Khazraj yang datang dari Madinah.

umroh afi prima - masjid al bai'at - umroh dan haji info

umroh afi prima – masjid al bai’at – umroh dan haji info

Mereka bertemu dengan Rasulallah di Aqobah dan menggelar bai’at untuk beriman kepada Allah dan Rasul Nya, yang dalam tarikh (sejarah) islam disebut dengan baiat Al-Aqobah pertama.

Di tempat yang sama ini pula setahun kemudian, pada tahun 13 H (622
M), Utusan dari kota Yatsrib (Madinah) datang kembali, terdiri dari 73 orang laki laki dan 2 orang perempuan. Mereka menghubungi Nabi saw untuk bertemu di Aqobah. Musha’ab bin Umair yang ikut berbaiat pada Baiat Aqabah pertama kembali ikut bersama dengan penduduk Yatsrib yang sudah terlebih dahulu masuk Islam.

Rasulallah saw datang bersama pamannya Abbas bin Abdul Muthalib menggelar bai’at kedua di Aqobah. Di sana terjadi kesepakatan untuk
melindungi Rasulallah saw jika berhijrah ke Madinah, memerangi orang yang memerangi mereka dan berdamai dengan orang yang ingin berdamai dengan mereka.

Rasulallah saw meminta kepada missi dari Yatsrib agar memilih 12 orang diantara mereka berbaiat dengan apa apa yang telah disepakati. Dan dipilihlah 9 orang dari kaum Khazraj dan 3 orang dari kaum Ous. Bai’at ini dinamakan Baiat Al-Aqobah kedua.

Setelah baiat itu, Rasulallah saw kembali ke Makkah untuk meneruskan dakwah. Kemudian ia mendapatkan gangguan dari kaum musyrikin kepada kaum muslimin yang dirasa semakin keras. Maka Rasulallah saw memberikan perintah kepada kaum muslimin untuk berhijrah ke Yatsrib. Baik secara sendiri-sendiri, maupun berkelompok. Mereka berhijrah dengan sembunyi-sembunyi, sehingga kaum musyrikin tidak mengetahui kepindahan mereka.

Masjid Al Baiat di Mina ini konon sempat terkubur tanah selama ratusan tahun, dan baru ditemukan kembali saat proses pembangunan besar-besaran Jamarat, alat berat seperti buldozer yang sedang melakukan pengerukan tanah terantuk batu yang sangat keras, yang ternyata merupakan Masjid Al Baiat di Mina.

Masjid Al Baiat di Mina dibiarkan tetap tanpa atap seperti apa adanya. Meski demikian, namun masjid ini tidak difungsikan sebagaimana masjid pada umumnya, tidak untuk sholat, tidak ada tempat wudhu dan tidak ada toilet. Jamaah umroh dan haji hanya bisa melihat dari luar, tidak bisa masuk ke dalam Masjid Al Bai’at di Mina, karena sekelilinya ditutup dengan pagar besi yang pintunya dikunci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.