Masdjid Nabawi

Masdjid Nabawi

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Masdjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya. Masjid pertama yang dibangun Nabi saw adalah Masjid Quba yang terletak antara Makkah dan Madinah, yang dibangun ketika Nabi saw menunggu Ali bin Abi Thalib yang hijrah belakangan.

lantai atap masjid nabawi madinah al munawaroh umrohdanhaji.info
lantai atap masjid nabawi madinah al munawaroh umrohdanhaji.info

Masdjid Nabawi, adalah salah satu mesjid terpenting di dunia, yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad S.A.W dan menjadi tempat makam Rasulullah dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar ke-2 di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Ada yang meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda “Satu kali salat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali salat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya.” (Riwayat Ahmad, dengan sanad yang sah)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun Masdjid Nabawi pada bulan Raibul Awal di awal-awal hijarahnya ke Madinah. Pada saat itu panjang lebar masjid sekitar 35 m dan lebar 30 m. Lantai masjid adalah tanah yang berbatu, atapnya pelepah kurma, dan terdapat tiga pintu. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.

Salah satu keistimewaan Masdjid Nabawi adalah adanya makam Nabi Muhammad yang berada di tengah-tengah bagian depan masjid, yang dulunya merupakan kamar Ummul Mukminin Aisyah ra., isteri Nabi dalam rumah Rasulullah. Mungkin kata rumah terlalu berlebihan untuk menggambarkan kediaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena lebih tepat kalau kita sebut dengan istilah kamar. Di zaman Nabi kamar beliau berdinding dan beratap pelepah kurma.

Nabi Muhammad dimakamkan di kamar tersebut, kemudian Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dimakamkan pula di tempat yang sama pada tahun 13 H, lalu Umar bin Khattab pada tahun 24 H. Sedangkan Aisyah dan kebanyakan shahabat yang lain, dimakamkan di pemakaman umum Baqi. Selain itu ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah. Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni masjid Nabawi.

Selain makam Rasulullah, keistimewaan Masdjid Nabawi adalah adanya Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar beliau dengan kamar (rumah) beliau. Jarak antara mimbar dan rumah Nabi sekitar 26,5 m.

raudah di masjid nabawi
raudah di antara rumah rasul dan mihrab, di masjid nabawi

Rasulullah menerangkan tentang keutamaan raudhah,

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي قال: “مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman-taman surga. Dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. Bukhari).

Masjid Nabawi saat ini telah direnovasi dan diperluas, yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 29 H. Pada tahun 1372 H Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia memperluas masjid Nabawi menjadi 6.024 m² . Selanjutnya pada tahun 1414 H Raja Fahd , memperluas dan merenovasi bangunan masjid Nabawi menjadi sekitar 100.000 m², ditambah dengan lantai atas sekitar 67.000 m² dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk salat seluas 135.000 m². Didalam komplek masjid Nabawi juga terdapat maktabah perpustakaan nabawi yang dapat dikunjungi oleh jamaah umroh dan haji, petugas di perpustakaan nabawi sering juga membagikan buku buku gratis kepada jamaah umroh dan haji.

Jamaah umroh dan haji ketika di Madinah, disunnahkan untuk melaksanakan sholat fardu berjamaah di masjid Nabawi. Jamaah haji biasanya diberi kesempatan menginap di Madinah selama 8 sampai 9 hari untuk menjalankan ibadah sholat arbain, yaitu sholat fardu 40 waktu berurutan berjamaah di masjid Nabawi, sedang jamaah umroh tergantung pada paket umrohnya. Menurut riwayat, Rasulullah pernah bersabda “Barangsiapa melakukan salat di mesjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali salat pun juga, maka akan dicatat kebebasannya dari neraka, kebebasan dari siksa dan terhindarlah ia dari kemunafikan.” (Riwayat Ahmad dan Thabrani dengan sanad yang sah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.