Makna Umroh Menurut Syariat

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Makna Umroh Menurut Syariat (عمرة) disebut juga dengan istilah haji asgar (haji kecil), menurut syar’i adalah ibadah dengan berkunjung ke Ka’bah/ Baitullah di masjidil harom, untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan, yang dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah (tanggal 10 Zulhijah) dan hari-hari Tasyrik (tanggal 11,12,13 Zulhijah).

informasi umroh dan haji afi prima -makna  umroh menurut syar'i

informasi umroh dan haji afi prima -makna umroh menurut syar’i


Berkunjung ke Baitullah, masjidil harom Mekah, untuk melaksanakan ibadah umroh dan haji semata mata karena Allah, sebagai Makna Umroh Menurut Syariat merupakan keinginan yang sangat kuat dari setiap muslim.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Antara umroh yang satu dan umroh lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

Hukum menunaikan ibadah umroh ada dua yaitu:

  1. Wajib :jika melakukann umroh untuk haji
  2. Sunnah : jika melakukan umroh selain ibadah haji

Syarat untuk mengerjakan umroh sama dengan syarat untuk mengerjakan haji:

  1. Beragama Islam
  2. Baligh, dan berakal
  3. Merdeka
  4. Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan
  5. Ada mahram (khusus bagi wanita)

rukun umroh adalah :

  1. Ihram, berniat untuk memulai umroh
  2. Thawaf
  3. Sai

Meninggalkan rukun, maka umrohnya tidak syah dan wajib diulangi

wajib umroh adalah:

  1. Melakukan ihram ketika dari miqat
  2. Tahallul, dengan menggundul atau memotong sebagian rambut

Meninggalkan wajib, umroh tetap sah dan kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) harus membayar DAM/ denda, dengan menyembelih seekor kambing.

Larangan ketika melaksanakan ibadah umroh, sama dengan larangan yang tidak boleh dilakukan dalam ibadah haji.

  1. Larangan yang khusus bagi laki-laki: mengenakan pakaian al makhith yang membentuk lekuk tubuh dan berjahit, maksudnya seperti kemeja, kaos dalam, celana dalam, celana pendek maupun celana panjang. Juga laki-laki dilarang menutup kepala dengan topi dan pecis saat berihram.
  2. Larangan yang khusus bagi perempuan: terlarang memakai penutup wajah kecuali jika ada laki-laki bukan mahram, ia sengaja menutupi khimarnya tidaklah masalah. Begitu pula wanita dilarang mengenakan sarung tangan.
  3. Bagi kedua-duanya dilarang : memakai wangi-wangian kecuali yang
    dipakai sebelum berihram,
  4. memotong kuku
  5. mencukur atau mencabut bulu badan,
  6. berburu atau menggangu/membunuh binatang dengan cara
    apapun, memotong pepohonan di tanah haram.
  7. Nikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi,
  8. bercumbu atau bersetubuh (rafas),
  9. mencaci atau bertengkar, mengucap kata-kata kotor (fusuq atau jidal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.