Larangan Ketika Sedang Ihram

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila.
Ihram adalah keadaan seseorang yang telah beniat untuk melaksanakan ibadah haji dan atau umrah, merupakan salah satu rukun dalam ibadah umroh dan haji, yang harus dilakukan sejak dari miqat sampai selesai tahalul, dengan memakai pakaian ihram. Untuk laki-laki berihram dengan memakai dua kain ihram, satu diselendangkan di bahu dan satu disarungkan menutupi pusar sampai dengan lutut dan diutamakan berwarna putih yang tidak berjahit, termasuk tidak adan jahitan ditepinya. Untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup seluruh auratnya, yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan (seperti pakaian ketika sholat), diutamakan berwarna putih.

Ketika seseorang telah berniat untuk ihram, maka berlaku seluruh larangan larangan ihram bagi dirinya. Beberapa Larangan Ketika Sedang Ihram yang harus dipahami dan dihindari oleh jamaah umroh dan haji, antara lain :

  1. Tidak diperbolehkan bagi jamaah pria memakai pakaian berjahit (termasuk tidak diperbolehkan memakai pakaian biasa, jaket, pakaian dalam yang berjahit), penutup kepala, sorban, songkok, topi. Bagi semua jamaah pria maupun wanita tidak diperbolehkan memakai penutup wajah, kaos tangan, alas kaki yang menutup mata kaki, pakaian ihram yang telah diberi parfum minyak wangi. Dibolehkan memakai payung, berteduh di bawah pohon, berteduh di dalam tenda, memakai arloji, pengikat pinggang, kacamata, atau cincin.
  2. Tidak diperbolehkan memakai minyak wangi setelah berniat masuk manasik umroh atau haji. “Janganlah kalian memakai sedikitpun za’faran dan minyak wangi” (HR Bukhari no: 1542. Muslim no: 1177)
  3. Tidak diperbolehkan mencukur atau memotong rambut atau memotong kuku. “Dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), Maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban” (QS al-Baqarah: 196). Jumhur ulama berpendapat bahwa yang dimaksut mencukur rambut, adalah mencukur, memotong, mencabut rambut, termasuk rambut anggota tubuh lainnya, dan termasuk memotong kuku
  4. Tidak diperbolehkan berburu atau membunuh binatang, kecuali binatang yang mengancam keselamatan (harimau, ular, dll), termasuk tidak boleh makan sebagian dari daging binatang buruan jika ikut dalam perburuan, walau hanya dengan memberi perintah atau sekedar memberi isyarat kepada para pemburu ke arah binatang tersebut. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram” (QS. Al Maidah: 95)
  5. Tidak diperbolehkan menebang atau memotong atau mencabut pepohonan di Tanah Suci MekkahArofahMuzdalifahMina.
  6. Tidak diperbolehkan meminang atau melamar atau menikah atau melakukan khitbah akad nikah. “Seorang yang sedang ihram tidak boleh menikah tidak pula menikahkan untuk orang lain atau melamar”. HR Muslim no: 1409.
  7. Tidak diperbolehkan bercumbu atau bersetubuh sebelum tahallul,atau melakukan perbuatan yang mengawali persetubuhan seperti bercengkrama yang menimbulkan syahwat, berpelukan, berciuman, berpegangan yang disertai dengan syahwat. “barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji” (Al Baqarah: 197)
  8. Tidak diperbolehkan berbuat fasik, bertengkar, mencaci, memaki, berkata kotor, berbantah bantahan, berkelahi, sebagaimana surah al Baqarah ayat 197 di atas

Rujukan

  • Kitab Al Qur’an
  • Kitab Mughny Muhtaj
  • Kitab Nihayah Al-Muhtaj
  • Kitab Manasik Al-Hajj wal Umrah (al-Idhah)

Wallahu A’lam Bishawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.