Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah menurut riwayat sudah ada sejak zaman Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS. Namun tidak ada yang mengisahkan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa, sulit sekali membayangkan bagaimana bentuk dan bahan kiswah Kakbah Baitullah pada zaman itu.

Tujuan utama dari pemasangan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah adalah untuk memelihara dan melindungi dinding ka’bah dari kotoran, debu, keringat manusia, serta hujan dan panas yang dapat membuat Kakbah Baitullah menjadi rusak.

Memelihara Kakbah Baitullah adalah tugas yang diperintahkan Allah kepada manusia semenjak diturukan nabi Adam as ke bumi. Dalam Surat Al Baqarah:125, Allah berfirman:

وَعَهِدْنَآ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

”Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud”

Pada masa kepemimpinan Raja Himyar Asad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah terbuat dari kain tenun hingga sampai ke masa jahiliyah. Di masa itu orang-orang bergantian memasang Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah sebagai penghargaan dan kewajiban agama. Warna Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah dibuat dari berbagai macam kain dan warna yang berbeda beda.

Pada masa Qusay ibnu Kilab salah seorang leluhur Nabi Muhammad yang terkemuka, pemasangan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah menjadi tanggung jawab suku Quraisy yang mewajibkan setiap kabilah ikut bertanggung jawab mengeluarkan biaya pembuatan kiswah sesuai dengan kemampuan masing masing.

Hal ini berlangsung hingga datang datang masa paceklik kaum Quraisy. Pada saat Abu Rabi’ah bin Al-Mughirah, saudagar besar merasa bertanggung jawab dan membiayai seluruh biaya Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah, dengan kain yang bagus dengan motif bergaris hingga dia wafat.

Rasulullah saw pernah memerintahkan pembuatan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi saw memerintahkan pembuatan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah dari Qubathi, yaitu kain benang kapas berwarna putih halus buatan Mesir.

Pada masa Mu’awiyah, Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah diganti dua kali setahun, yaitu di hari Asyura’ dengan kain sutera dan di akhir bulan Ramadhan dengan kain Qubathi.

Pada masa kekuasan al-Ma’mun, Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah diganti tiga kali setahun, yaitu pada hari tarwiyah kiswah dikelambui dengan kain sutera berwara merah, di bulan Rajab dipasang kiswah dari kain qubathi, dan tanggal 27 Ramadhan Ka’bah diberi kiswah dari kain sutera berwarna putih.

Pada masa Dinasti Abbasiyah, diputuskan bahwa warna Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah itu tetap dari waktu ke waktu yaitu hitam. Hingga saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam.

Pada era keemasan Islam, Setelah runtuhnya kekuasaan Abbasiyah, tanggung jawab pembuatan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah, dibiayai oleh setiap khalifah yang berkuasa di Hijaz.

Selanjutnya Beberapa raja di luar tanah Hijaz pernah menghadiahkan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah kepada pemerintah Hijaz, diantaranya adalah raja al-Muzhaffar yang berkedudukan di Yaman tahun 659 H, juga penguasa Mesir pertama, raja Az-Zhahir Baybaras al-Bunduqdari tahun 661 H.

Raja Mesir Shalih Ismail, menetapkan wakaf khusus untuk Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah bagian luar yang berwarna hitam satu kali setahun, dan berwarna hijau untuk makam Rasulullah saw setiap 5 tahun sekali.

Pengiriman Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah dari Mesir berlangsung sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya akhir tahun 1920-an. Setiap tahun, kiswah-kiswah indah yang dibuat di Mesir itu diangkut ke Mekkah bersamaan dengan rombongan haji dari Mesir yang dikepalai oleh seorang amirul hajj, melewati jalan darat menggunakan tandu indah (mahmal).

Ketika Perang Dunia I menyebabkan Keterlambatan pengiriman Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah dari Mesir, Raja Ibnu Saud (pendiri Kerajaan Arab Saudi) mengambil keputusan untuk segera membuat Kiswah Kain penutup Kakbah sendiri, dengan mendirikan perusahaan tenun di daerah Jiyad, Mekkah.

Pabrik Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah saat ini dengan peralatan modern terletak di Om Jood di Mekah di jalan Jedah lama, berdekatan dengan kantor liga muslim sedunia.

umroh afi prima -  pembuatan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah -umroh dan haji info

umroh afi prima – pembuatan Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah -umroh dan haji info

umroh afi prima - penggantian Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah -umroh dan haji info

umroh afi prima – penggantian Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah -umroh dan haji info

Saat ini Kiswah Kain penutup Kakbah Baitullah diganti setiap tahun dengan kiswah yang baru, tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah, pada saat jamaah haji melaksanan
kan wukuf di arafah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.