Kabah Baitullah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Kakbah atau Baitullah yang juga dinamakan Bayt al `Atiq (Arab: بيت العتيق, Rumah Tua) adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. bangunan kakbah saat ini lebih kurang berukuran tinggi sekitar 15 meter dengan panjang sisi sebelah utara 9.92 meter, sisi sebelah barat 12.15 meter, sisi sebelah selatan 10.25 meter, dan sisi sebelah timur 11.88 meter. Bentuk kakbah/ baitullah yang memiliki panjang sisi berbeda, merupakan filosofi ukhuwah islamiah bahwa ummat islam dari seluruh penjuru dunia, yang berbeda bangsa, berbeda negara, berbeda bahasa, berbeda budaya, berbeda warna kulit, berbeda mazhab, pada hakekatnya adalah satu tujuan “li illahi ta’ala”.

maket masjidil harom

maket masjidil harom di mekah al mukarommah umrohdanhaji.info

Kabah Baitullah adalah rumah ibadah pertama yang dibangun di muka bumi, hal ini ditegaskan dalam Surat Ali Imran ayat 96-97: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim….” (QS Ali Imran: 96-97)

Kakbah Baitullah adalah kiblat seluruh kaum muslimin dunia yang menjadi simbol kesatuan mereka dibawah ikatan tauhid dan keimanan kepada Allah swt. Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim as menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.
Jadi Ka’bah telah ada sebelum Nabi Ibrahim sampai di Makkah.

ka'bah baitullah di masjidil Harom Mekah al Mukarromah umhrohdanhaji.info

ka’bah baitullah di masjidil Harom Mekah al Mukarromah umhrohdanhaji.info

Baitullah terdiri dari beberapa bagian, antara lain rukun yamani, hajar aswad, pintu kakbah, hijr ismail, dan juga zam zam serta maqom Ibrahim yang merupakan bekas telapak kaki nabiullah Ibrahim A.S.

Hajar Aswad adalah sebongkah batu yang menurut riwayat adalah batu yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari surga. Dulu batu itu berwarna putih, namun karena dosa-dosa anak Adam, maka batu itu pun berubah menjadi berwarna hitam.

Batu ini memiliki aroma yang unik dan ini merupakan aroma wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya. Rasulullah pernah mencium hajar aswad. Bagaimanapun juga Hajarul Aswad adalah sebongkah batu, meskipun banyak kaum muslimin yang menciumnya atau menyentuhnya, hal tersebut hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Umar bin Al-Khattab berkata, “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalalulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya”.

Menyentuh dan mencium hajar aswad adalah sunnah, namun tidak boleh dilakukan dengan cara yang dapat menyebabkan sakit atau marah orang lain. Kalau keadaan ramai, akan lebih baik jika tidak berebut untuk melakukannya, apalagi sampai terjadi saling menyakitkan. “Janganlah kamu berdesak-desakan untuk mencapainya. Apabila kamu mendapatinya sedang senggang, sentuhlah, dan jika tidak, berlalulah” ujar Jabir bin Zaid.

Rukun (sudut) yamani adalah sisi atau sudut Ka’bah yang menghadap ke arahYaman. Atau disebut sudut arah Yaman. Rukun yang sejajar dengan hajar aswad ini sangat penting artinya bagi keistimewaan Ka’bah.

Rukun Yamani merupakan rukun yang mulia dan agung, karena ia adalah tiang yang tersisa sampai sekarang, dari tiang-tiang Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim, setelah pembaharuan bangunan Ka’bah yang dilakukan oleh kaum Quraisy.

Rukun Yamani adalah sudut yang ke empat, bagi yang sedang Thawaf dari sudut ini sampai ke sudut Hajar Aswad disunnahkan membaca;

“Rabbanaa Aatina Fiddunyaa Hasanah, Wafil Aakhirati Hasanah, Waqina Adzaaban Naar”. Artinya; ya Allah, berilah aku kehidupan yang baik di dunia, juga kehidupan yang baik di akhirat nanti, dan jauhkanlah aku dari siksa neraka.

Hijr Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk ½ lingkaran. Disebut Hijr Ismail, karena dalam sejarahnya Nabi Ibrahim pernah membuat satu tempat berteduh yang terbuat dari pohon arok di samping Ka’bah yang ditempati oleh Ismail dan ibunya Siti Hajjar.

Hijir Ismail adalah salah satu tempat dimakbulkannya sebuah do’a. Adapun beribadah di dalam Hijir Ismail hukumnya Sunnah, seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah, Aku pernah minta kepada Rasulullah SAW agar diberi izin masuk Ka’bah untuk shalat didalamnya. Lalu dia membawa aku ke Hijir Ismail dan bersabda: “Salatlah di sini kalau ingin salat di dalam Ka’bah karena Hijir Ismail ini termasuk bagian Ka’bah.”

Zamzam merupakan sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah, berkedalaman 42 meter. Menurut riwayat, mata air tersebut ditemukan pertama kali oleh Hajar setelah berlari-lari bolak-balik antara bukit Safa dengan bukit Marwah,

Dahulu, di atas sumur ini, ada bangunan dengan luas 8 m × 10,7 m = 88.8 m2. Tapi, bangunan ini ditiadakan untuk meluaskan tempat tawaf, ruang minumnya dipindahkan ke ruang bawah tanah, di bawah tempat tawaf, dengan 23 anak tangga.

Pada tahun ’70-an, orang-orang Eropa menuduh dan meragukan kualitas air zamzam ini. Maka, Mu’inuddin Ahmad sebagai pegawai Departemen Pertanian dan Irigasi Arab Saudi yang juga ahli kimia, melakukan penelitian terhadap air zamzam ini.

Sewaktu mengambil sampel, dia heran; kenapa sumur yang tingginya hanya 18 m, dan lebar hanya 14 kaki ini, mampu menghasilkan air buat jamaah haji setiap tahun dari zaman Nabi Ibrahim.

Kemudian, dia diberitahu rupanya pasir-pasir dalam sumur itu punya kekuatan serupa pompa besar yang menyedot air. Debit-debit yang menyembul dari pasir, adalah sebanding dengan debitnya. Karenanya, ia tidak akan berkurang, walau sebanyak apapun.

Selain dikirim ke laboratorium Eropa, diperikasakan pulalah di Saudi itu sendiri. Setelah dilihat, rupanya air zam zam ini memang sangat layak diminum.

Di dalam air Zamzam ada kalsium, dan magnesium yang mendatangkan kesehatan dan kebugaran bagi jamaah haji yang letih sewaktu ibadah. Air zam zama juga mengandung florin, yang memang berkhasiat membunuh kuman dan jamur. Lebih mencengangkan, sungguhpun sumber air zam zam berada di tengah gurun yang panasnya kadang sampai mencapai 50° C, air ini tidak pernah menyusut jumlahnya.

Maqom Ibrahim adalah tempat berdirinya Nabi Ibrahim saat membangun kembali dan meninggikan Ka’bah. Maqom dalam bahasa Arab artinya tempat berdiri, bukan kuburan. Maqom Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak di sebelah timur Ka’bah

Nabi Ismail as membantu meletakkannya agar Nabi Ibrahim as dapat naik lebih tinggi di atas batu tersebut. Dan tempat pijakan dua kaki nabi Ibrahim itu dengan seizin Allah berbekas di atas batu tersebut dan masih tetap ada sampai sekarang.Maqom Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim as sebagaimana banyak orang berpendapat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.