Jabal Tsaur di Mekah Al-Mukarromah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Jabal Tsaur di Mekah Al-Mukarromah terletak kurang lebih 7 km sebelah selatan dari Masjidil Harom, juga menjadi tempat tujuan ziarah jamaah umroh dan haji. Bukit tertinggi di kota Mekah itu dinamakan Tsaur karena bentuknya seperti tsaur atau lembu yang bediri menghadap kearah selatan.

umroh afi prima - jabal tsur di mekkah - umroh dan haji-info

umroh afi prima – jabal tsur di mekkah – umroh dan haji-info

Jabal Tsaur di Mekah Al-Mukarromah mempunyai nilai penting dalam sejarah Islam. Menurut riwayat pada tahun 622 M, dalam musyawarah yang panjang di Darun Nadwah, para pemuka Quraisy memutuskan untuk membunuh Nabi Muhammad SAW. Mereka mengirimkan para pemuda perkasa yang berasal dari tiap-tiap kabilah Quraisy untuk menjadi algojo.

Pada malam yang telah ditetapkan para pemuda ini mengepung rumah nabi dari segala penjuru. Lewat tengah malam, Nabi Muhammad SAW menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat pembaringan dan memakai selimut yang biasa dipakai Rasulullah SAW.

Setelah Rasulullah SAW selamat dari kepungan orang kafir Quraisy di rumahnya, beliau dengan diam-diam menjemput sahabat Abu Bakar shiddiq. Keduanya lebih dahulu berlindung bersembunyi di Jabal Tsur sebelum berhijrah menuju Madinah.

Rasulullah dan Abu Bakar masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur yang tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung, berdo’a dan berdzikir selama tiga hari tiga malam. Gua ini menjadi saksi pengorbanan, perjuangan menegakkan agama Islam, dan wujud nyata pertolongan Allah, sebuah keajaiban yang datang bagi hambanya yang sedang dalam kesulitan.

Dengan pertolongan Allah SWT, orang kafir yang mengejar Rasulullah terkecoh ketika berada didepan gua, mereka menemukan pintu gua ditutupi sarang laba-laba dan burung merpati yang sedang bertelur atas izin Allah SWT. Hingga mereka berfikir tidak mungkin Rasulullah masuk kegua tersebut, sebab jika masuk sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang sedang bertelur pasti akan rusak.

Peristiwa ini diabadikan dalam al-Qu’an dalam surat at-Taubah:40

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖفَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗوَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗوَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. at-Taubah:40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.