Denda Dam Jamaah Umroh dan Haji

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Menurut bahasa Denda Dam Jamaah umroh dan haji berarti mengalirkan darah dengan menyembelih hewan ternak yang dilakukan pada saat ibadah haji di tanah suci Mekkah. Denda Dam maknanya tidak sama dengan Qurban, tidak sama dengan Aqiqah (baca juga Denda Dam dan Qurban) . Menurut syar’i, DAM adalah suatu denda yang harus dibayar oleh jamaah yang :

  • Meninggalkan atau tidak mengerjakan wajib haji atau wajib umroh (baik sengaja ataupun tidak)/ sebagai pengganti dari amalan wajib saat haji / umroh yang tidak dikerjakan,
  • Karena sebab ihsar bagi orang yang telah berniat ihram
  • Melaksanakan haji dengan cara haji tamattu’ atau haji qiran
  • melakukan larangan saat berihram,

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terhalang (oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkorban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barang siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di bulan haji), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkan (binatang hadyu atau tidak mampu), maka dia wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al Baqarah Ayat 196)

Denda Dam jamaah umroh dan haji  - umrohdanhaji.info

Denda Dam jamaah umroh dan haji

Dam yang disebabkan karena melanggar larangan Ihram, yaitu :

1. Dam karena bersetubuh sebelum tahallul pertama, haji dan umrahnya batal dan harus diulang pada kesempatan yang lain dan membayar dam (denda), berupa :

  • a. Menyembelih seekor unta di tanah suci (Makkah)
  • b. Kalau tidak ada unta, maka dengan seekor lembu di tanah suci (Makkah)
  • c. Kalau tidak ada lembu, diganti dengan menyembelih 7 ekor kambing
  • d. Kalau tidak ada kambing, diganti dengan uang seharga seekor unta dan dibelikan makanan. Makanan itu disedekahkan kepaa fakir miskin di tanah haram (Makkah)
  • e. Kalau tidak dapat makanan hendaklah puasa. Tiap-tiap ¼ gantang dari harga unta ia harus puasa satu hari dan tempatnya boleh dimana saja.
  • 2. Dam (denda) karena melakukan salah satu larangan berikut :

  • a. Bercukur rambut
  • b. Memotong kuku
  • c. Memakai pakaiah berjahit
  • d. Mekakai wangi-wangian
  • e. Memakai minyak rambut
  • Maka dendanya berupa:

  • – Menyembelih seekor kambing/ domba yang sah untuk qurban
  • – Kalau tidak ada, diganti dengan berpuasa tiga hari
  • – Kalau tidak mampu berpuasa, diganti dengan bersedekah makanan tiga gantang (9,3 liter) kepada enam orang fakir miskin.
  • 3. Dam (denda) karena membunuh binatang buruan di tanah suci kecuali ular, kalajengking, tikus dan lain-lain yang membahayakan. Adapun dendanya sebagai berikut :

  • a. Menyembelih binatang serupa yang dibunuh
  • b. Kalau tidak mampu, bersedekah makanan seharga binatang yang dibunuh.
  • c. Kalau tidak mampu pula, diganti dengan berpuasa seharga binatang yang dibunuh. Tiap-tiap ¼ gantang ia harus berpuasa satu hari (satu gantang sama dengan 3 kilo).
  • 4. Dam karena meninggalkan / tidak melaksanakan salah satu rukun dan wajib haji

    A. Dam (denda) karena tidak mengerjakan salah satu dari amalan di bawah ini :

  • a. Tidak hadir di Padang Arafah paa waktu wukuf
  • b. Mengerjakan haji secara tamattu’ atau qiran
  • c. Tidak ihram dari miqatnya
  • d. Tidak bermalam mabit di Muzdalifah dan Mina
  • e. Tidak >melontar jumrah
  • f. Tidak melakukan thawaf wada’
  • Maka Dam atau dendanya adalah sebagai berikut :

  • a. Menyembelih seekor kambing yang sah untuk kurban dan berikan kepada fakir miskin
  • b. Kalau tidak dapat, boleh menggantinya dengan berpuasa selama 10 hari, tiga hari dikerjakan pada waktu haji dan tujuh hari lagi dikerjakan setelah kembali ke tanah air.
  • B. Dam (denda) kepada orang yang terhalang di jalan (misalnya karena perang, bencana alam, dll) dan tidak dapat meneruskan haji dan umrah, sedangkan dia sudah berihram, adalah menyembelih seekor kambing di tempat ia terhalang kemudian bercukur rambut dengan niat tahallul.

    Wallahu A’lam Bishawab