Bukit Shofa dan Marwah

UMROH AFI PRIMA, Amanah Fadzila. Bukit Shofa dan Marwah adalah dua buah bukit yang terletak sekitar 130 meter di sisi timurlaut Ka’bah/ Baitullah, sedangkan bukit Marwah berjarak kurang lebih 300 meter sebelah timur Ka’bah/ Baitullah. Panjang lintasan antara Bukit Shofa dan Marwah kurang lebih 350 meter.

umroh afi prima - bukit shofa masjidil harom mekah - umroh dan haji info

umroh afi prima – bukit shofa masjidil harom mekah – umroh dan haji info

umroh afi prima - bukit marwah masjidil harom mekah - umroh dan haji info

umroh afi prima – bukit marwah masjidil harom mekah – umroh dan haji info

Sejarah Bukit Shofa dan Marwah tidak dapat dipisahkan dengan isteri Nabi Ibrahim As, yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail As. Sewaktu Ismail dan Ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum di lembah pasir yang tandus.

Bukit Shofa adalah tempat Siti Hajar r.a. memulai mencari air untuk anaknya (Nabi Ismail) menuju ke Bukit Marwah, berjalan kaki dan berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali (bolak-balik) dari Bukit Shofa dan Marwah dan sebaliknya, Sampai akhirnya atas kehendak Allah S.W.T, keluar air zam zam dari tempat dekat Nabi Ismail A.S. dibaringkan, dekat kakbah.

Dalam riwayat para nabi, Nabi Ibrahim A.S diperintah Allah untuk meninggalkan isterinya Siti Hajar di gurun bersama puteranya Ismail yang masih bayi dengan sedikit perbekalan sebagai ujian bagi keimanannya. Saat perbekalan tersebut habis, Siti Hajar mencari bantuan.

Ia meninggalkan bayinya di tanah pasir yang sekarang menjadi sumur Zamzam. Berharap untuk dapat memperoleh air ia mendaki bukit terdekat, Shofa, untuk melihat barangkali saja ada pertolongan atau air di dekat situ.

Saat ia tidak melihat siapapun di sana, ia pindah ke bukit lainnya, Marwah, agar bisa melihat ke tempat lebih luas. Tetapi dari bukit itu pun tak tampak apa yang dicarinya sehingga ia terus bolak-balik antara Bukit Shofa dan Marwah sambil berlari di atas panasnya pasir gurun sampai tujuh kali balikan.

Saat melihat air memancar di dekat Nabi Ismail A.S dibaringkan, Siti Hajar menampungnya dalam pasir dan batu sambil berucap “berkumpulah, berkumpulah” yang dalam bahasa Arabnya “zam zam”, adalah ungkapan yang diucapkan berulang-ulang oleh Siti Hajar saat berupaya menampung air itu.

Dalam perkembangannya, daerah di sekitar munculnya air tersebut, yang kemudian berubah menjadi sumur, dijadikan tempat beristirahat bagi para kafilah, dan selanjutnya berkembang menjadi kota Mekkah tempat lahir Nabi Muhammad.

Sejak zaman Rasullah pertama menunaikan ibadah haji, telah diwajibkan bagi jamaah umroh dan haji untuk melaksanakan sa’i (berjalan dan berlari kecil) dari Bukit Shofa dan Marwah, sebanyak 7 kali, sebagaimana Siti Hajar melakukannya saat mencari pertolongan dan air untuk bayinya, nabi Ismail A.S.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.